Indo Premier bidik AUM Rp2 T tahun ini
Kamis, 06 Maret 2014 - 11:41 WIB
Indo Premier bidik AUM Rp2 T tahun ini
A
A
A
Sindonews.com - PT Indo Premier Investment Management (IPIM) menargetkan peluncuran produk reksa dana bursa (exchange trade fund/ETF) terbarunya, SMinfra18 dapat berkontribusi pada pertambahan dana kelolaan atau aset under managent hingga 42,85 persen.
"Dengan tambahan produk baru, IPIM menargetkan dana kelolaan (asset under management/AUM) tahun ini menjadi Rp2 triliun, tumbuh 42,85 persen dari perolehan pada tahun sebelumnya Rp1,4 triliun," kata Direktur Utama IPIM, John D Item di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (6/3/2014).
Tingiinya target pertumbuhan tersebut, kata dia, juga akan ditunjang oleha sejumlah produk instrumen investasi yang telah dan akan dikelola IPIM.
Hingga kini, IPIM merupakan satu-satunya manajer investasi yang menerbitkan reksa dana ETF. Sebelumnya, sudah ada empat reksa dana ETF yakni Premier ETF IDX30, Premier ETF LQ45, Premier ETF Indonesia Consumer, dan Premier ETF Syariah JII.
"ETF merupakan kontrak investasi kolektif. Layaknya saham, unit penyertaannya dicatatkan dan diperdagangkan di bursa. Namun, seperti halnya reksa dana konvensional, ETF juga melibatkan manajer investasi dan bank kustodian," kata John.
Untuk penerbitan reksa dana Premier ETF SMinfra18, IPIM menggandeng Deutsche Bank AG Cabang Jakarta sebagai bank kustodian serta PT Indo Premier Securities selaku agen penjual (diler) partisipan.
Di samping reksa dana ETF, IPIM juga mengelola beberapa produk konvensional seperti dan reksa dana terproteksi.
"Dengan tambahan produk baru, IPIM menargetkan dana kelolaan (asset under management/AUM) tahun ini menjadi Rp2 triliun, tumbuh 42,85 persen dari perolehan pada tahun sebelumnya Rp1,4 triliun," kata Direktur Utama IPIM, John D Item di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (6/3/2014).
Tingiinya target pertumbuhan tersebut, kata dia, juga akan ditunjang oleha sejumlah produk instrumen investasi yang telah dan akan dikelola IPIM.
Hingga kini, IPIM merupakan satu-satunya manajer investasi yang menerbitkan reksa dana ETF. Sebelumnya, sudah ada empat reksa dana ETF yakni Premier ETF IDX30, Premier ETF LQ45, Premier ETF Indonesia Consumer, dan Premier ETF Syariah JII.
"ETF merupakan kontrak investasi kolektif. Layaknya saham, unit penyertaannya dicatatkan dan diperdagangkan di bursa. Namun, seperti halnya reksa dana konvensional, ETF juga melibatkan manajer investasi dan bank kustodian," kata John.
Untuk penerbitan reksa dana Premier ETF SMinfra18, IPIM menggandeng Deutsche Bank AG Cabang Jakarta sebagai bank kustodian serta PT Indo Premier Securities selaku agen penjual (diler) partisipan.
Di samping reksa dana ETF, IPIM juga mengelola beberapa produk konvensional seperti dan reksa dana terproteksi.
(izz)
Lihat Juga :