SMinfra18 jadi pilihan menjanjikan di 2014
Kamis, 06 Maret 2014 - 13:09 WIB
SMinfra18 jadi pilihan menjanjikan di 2014
A
A
A
Sindonews.com - PT Indo Premier Investment (IPIM) kembali meluncurkan reksa dana berbasis ETF SMinfra18 yang diperdagangkan efektif sejak hari ini dengan kode perdagangan XISI.
Direktur Utama IPIM, Jhon D Item mengklaim, ETF ke lima yang dikelola IPIM ini dapat menjadi alternatif instrumen investasi yang menjanjikan di tengah kondisi pasar yang kurang kondusif seperti saat ini.
"Di tengah kondisi pasar yang tidak menentu, ETF dapat dijadikan instrumen investasi yang tepat untuk mengurangi fluktuasi serta memberikan transparansi dan keluasaan bagi investor untuk bertransaksi setiap saat sepanjang jam bursa," kata Jhon di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (6/3/2014).
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), Emma Sri mengatakan, produk ETF Sminfra18 yang berisi kumpulan saham pilihan di sektor infrastruktur dan pendukungnya ini dapat mendukung permodalan penyediaan infrastruktur di tanah air.
Menurutnya, kebutuhan akan pembangunan infrastruktur di Indonesia harus segera direalisasikan guna mendorong terwujudnya visi Indonesia sebagai 10 besar perekonomian dunia dengan total GDP USD4,5 triliun.
"Infrastruktur kita masih terbelakang, atas dasar itu domestik investor harus digerakan untuk berinvestasi di sektor infrastruktur," imbuh Emma.
Seleksi emiten yang telah masuk ke SMinfra18 akan dilakukan setiap enam bulan sekali akan dilakukan review. Jika emiten tersebut memiliki kinerja yang kurang baik, maka emiten tersebut akan dikeluarkan dari SMinfra18.
"SMinfra 18 tiap enam bulan melakukan review terkait kinerja emiten supaya kita bisa melakukan penggantian emiten. Ke depan reksa dana infrastruktur akan terus kami genjot dan bantu memasarkan ke para investor," pungkasnya.
Direktur Utama IPIM, Jhon D Item mengklaim, ETF ke lima yang dikelola IPIM ini dapat menjadi alternatif instrumen investasi yang menjanjikan di tengah kondisi pasar yang kurang kondusif seperti saat ini.
"Di tengah kondisi pasar yang tidak menentu, ETF dapat dijadikan instrumen investasi yang tepat untuk mengurangi fluktuasi serta memberikan transparansi dan keluasaan bagi investor untuk bertransaksi setiap saat sepanjang jam bursa," kata Jhon di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (6/3/2014).
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), Emma Sri mengatakan, produk ETF Sminfra18 yang berisi kumpulan saham pilihan di sektor infrastruktur dan pendukungnya ini dapat mendukung permodalan penyediaan infrastruktur di tanah air.
Menurutnya, kebutuhan akan pembangunan infrastruktur di Indonesia harus segera direalisasikan guna mendorong terwujudnya visi Indonesia sebagai 10 besar perekonomian dunia dengan total GDP USD4,5 triliun.
"Infrastruktur kita masih terbelakang, atas dasar itu domestik investor harus digerakan untuk berinvestasi di sektor infrastruktur," imbuh Emma.
Seleksi emiten yang telah masuk ke SMinfra18 akan dilakukan setiap enam bulan sekali akan dilakukan review. Jika emiten tersebut memiliki kinerja yang kurang baik, maka emiten tersebut akan dikeluarkan dari SMinfra18.
"SMinfra 18 tiap enam bulan melakukan review terkait kinerja emiten supaya kita bisa melakukan penggantian emiten. Ke depan reksa dana infrastruktur akan terus kami genjot dan bantu memasarkan ke para investor," pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :