Produksi alpukat Sulsel ditarget naik 8.633 kwintal
Kamis, 13 Maret 2014 - 18:14 WIB
Produksi alpukat Sulsel ditarget naik 8.633 kwintal
A
A
A
Sindonews.com - Potensi buah alpukat di Sulawesi Selatan (Sulsel) cukup besar. Tahun ini Sulsel ditargetkan memproduksi alpukat sebanyak 181.921 kwintal.
Produksi ini meningkat 8.663 kwintal dibanding produksi 2013 yang mencapai 173.258 kwintal. Adapun daerah sentra penghasil di Sulsel yakni Kabupaten Gowa, Tana Toraja, Bone, Bantaeng, dan Enrekang.
“Lima kabupaten inilah yang menjadi daerah sentra utama produksi alpukat di Sulsel. Dengan pencapain tertinggi oleh kabupten Gowa dengan hasil Sebesar 141.001 kwintal,” ungkap Kepala Bidang Tanaman Hortikultura, Dinas Pertanian Sulsel Fitriani, Kamis (13/3/2014).
Menurut Fitriani, jika hasil produksi kelima daerah sesuai dengan yang ditargetkan, maka jumlah permintaan alpukat di pasaran dapat dipenuhi. Tidak hanya itu, Sulsel juga dapat mengimpor ke luar daerah.
Dia menambahkan, prospek pengembangan agribisnis alpukat amat cerah karena peluang pasar yang cenderung meningkat baik luar maupun dalam negeri seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk, semakin membaiknya pendapatan masyarakat dan semakin tingginya kesadaran masyarakat akan nilai gizi buah-buahan.
Produksi ini meningkat 8.663 kwintal dibanding produksi 2013 yang mencapai 173.258 kwintal. Adapun daerah sentra penghasil di Sulsel yakni Kabupaten Gowa, Tana Toraja, Bone, Bantaeng, dan Enrekang.
“Lima kabupaten inilah yang menjadi daerah sentra utama produksi alpukat di Sulsel. Dengan pencapain tertinggi oleh kabupten Gowa dengan hasil Sebesar 141.001 kwintal,” ungkap Kepala Bidang Tanaman Hortikultura, Dinas Pertanian Sulsel Fitriani, Kamis (13/3/2014).
Menurut Fitriani, jika hasil produksi kelima daerah sesuai dengan yang ditargetkan, maka jumlah permintaan alpukat di pasaran dapat dipenuhi. Tidak hanya itu, Sulsel juga dapat mengimpor ke luar daerah.
Dia menambahkan, prospek pengembangan agribisnis alpukat amat cerah karena peluang pasar yang cenderung meningkat baik luar maupun dalam negeri seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk, semakin membaiknya pendapatan masyarakat dan semakin tingginya kesadaran masyarakat akan nilai gizi buah-buahan.
(gpr)
Lihat Juga :