IHSG Diprediksi Menguat Tipis
Selasa, 03 Juni 2014 - 08:24 WIB
IHSG Diprediksi Menguat Tipis
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari kedua pekan ini diprediksi bergerak variatif dengan kecenderungan menguat tipis.
Meeting lines bertahan di middle bollinger band (MBB ). MACD masih bergerak turun dengan histogram negatif yang memendek. RSI, Stochastic, dan William’s %R mencoba naik, namun masih tertahan.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, IHSG kemarin sempat berada di target support 4.871-4.888, namun juga sempat berada di target resisten 4.900-4.938 seiring masih rendahnya aksi beli.
“Pergerakan IHSG pun diperkirakan masih akan bergerak variatif cenderung naik tipis dengan asumsi masih adanya aksi beli bertahap. Kondisi ini pun hampir sama seperti pergerakan IHSG pada akhir April dan minggu ketiga Mei 2014,“ kata dia dalam risetnya, Selasa (3/6/2014).
IHSG pada perdagangan hari ini diperkirakan akan berada dalam rentang support 4.870-4.898, sedangkan resisten di kisaran 4.926-4.938.
Dia menjelaskan, IHSG kemarin meski sempat bergerak melemah pasca merespon negatif rilis inflasi dan neraca perdagangan, namun akhirnya dapat ditutup positif seperti harapan sebelumnya, terutama dengan masih adanya nett buy asing dan cenderung positifnya laju bursa saham Asia yang terimbas kenaikan bursa saham Amerika Serikat (AS) membuat laju IHSG tidak tinggal lama di zona merah.
Pelaku pasar pun memanfaatkan pelemahan harga-harga saham sebelumnya untuk sedikit mengakumulasi, terutama aksi beli pada saham-saham big caps di sektor aneka industri dan konsumer.
“Masih terus melemahnya laju rupiah sempat menahan laju IHSG meski akhirnya dapat kembali ke zona hijau dengan dukungan aksi beli tersebut di sesi kedua,“ ujar dia.
Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level tertinggi 4.912,09 di akhir sesi 2 dan menyentuh level terendah 4.875,62 jelang akhir sesi 1 dan berakhir di level 4912,09. Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Meeting lines bertahan di middle bollinger band (MBB ). MACD masih bergerak turun dengan histogram negatif yang memendek. RSI, Stochastic, dan William’s %R mencoba naik, namun masih tertahan.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, IHSG kemarin sempat berada di target support 4.871-4.888, namun juga sempat berada di target resisten 4.900-4.938 seiring masih rendahnya aksi beli.
“Pergerakan IHSG pun diperkirakan masih akan bergerak variatif cenderung naik tipis dengan asumsi masih adanya aksi beli bertahap. Kondisi ini pun hampir sama seperti pergerakan IHSG pada akhir April dan minggu ketiga Mei 2014,“ kata dia dalam risetnya, Selasa (3/6/2014).
IHSG pada perdagangan hari ini diperkirakan akan berada dalam rentang support 4.870-4.898, sedangkan resisten di kisaran 4.926-4.938.
Dia menjelaskan, IHSG kemarin meski sempat bergerak melemah pasca merespon negatif rilis inflasi dan neraca perdagangan, namun akhirnya dapat ditutup positif seperti harapan sebelumnya, terutama dengan masih adanya nett buy asing dan cenderung positifnya laju bursa saham Asia yang terimbas kenaikan bursa saham Amerika Serikat (AS) membuat laju IHSG tidak tinggal lama di zona merah.
Pelaku pasar pun memanfaatkan pelemahan harga-harga saham sebelumnya untuk sedikit mengakumulasi, terutama aksi beli pada saham-saham big caps di sektor aneka industri dan konsumer.
“Masih terus melemahnya laju rupiah sempat menahan laju IHSG meski akhirnya dapat kembali ke zona hijau dengan dukungan aksi beli tersebut di sesi kedua,“ ujar dia.
Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level tertinggi 4.912,09 di akhir sesi 2 dan menyentuh level terendah 4.875,62 jelang akhir sesi 1 dan berakhir di level 4912,09. Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
(rna)
Lihat Juga :