Potensi Reli IHSG Dibayangi Pelemahan Bursa AS
Rabu, 04 Juni 2014 - 08:33 WIB
Potensi Reli IHSG Dibayangi Pelemahan Bursa AS
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)pada perdagangan hari ketiga pekan ini diperkirakan akan melanjutkan lajunya (reli) di zona positif seiring meningkatnya aksi beli. Namun, melemahnya bursa Amerika Serikat (AS) patut diwaspadai karena bisa memberi imbas serupa pada IHSG.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, pola hammer masih bertahan di middle bollinger band (MBB). MACD masih bergerak turun dengan histogram negatif yang memendek. RSI, Stochastic, dan William’s %R masih bertahap kenaikannya.
IHSG pada perdagangan kemarin sempat berada di target support 4.870-4.898, namun juga sempat berada di target resisten 4.926-4.938.
“Meski aksi beli mulai meningkat, namun belum sepenuhnya signifikan, sehingga kenaikan pun masih terbatas. Oleh karena itu, laju IHSG pun masih akan variatif cenderung menguat tipis, namun tetap perhatikan potensi pembalikan arah jika laju bursa saham global berbalik arah,“ kata dia dalam risetnya, Rabu (4/6/2014).
Dia memprediksi, IHSG hari ini akan berada pada rentang support 4.890-4.907. Sedangkan resisten pada kisaran 4.940-4.954.
Laju IHSG kemarin masih terlihat mengalami kenaikan seiring dengan kembali meningkatnya aksi beli para investor, terutama asing yang sempat mencatatkan nett buy meskipun jelang akhir sesi perdagangan kembali mencatatkan nett sell tipis. Kenaikan IHSG terjadi di tengah anjloknya rupiah karena pelaku pasar valuta asing (valas) masih merespon negatif data-data ekonomi Indonesia yang telah dirilis sebelumnya.
Aksi beli pada saham-saham konsumer, perdagangan, pertambangan, dan lainnya juga menopang hijaunya IHSG. Selain itu, masih positifnya sejumlah bursa saham utama Asia turut memberikan tambahan angin segar bagi IHSG.
Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level tertinggi 4.942,16 di akhir sesi 2 dan menyentuh level terendah 4.896,95 di awal sesi 1 dan berakhir di level 4.942,16. Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan kenaikan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, pola hammer masih bertahan di middle bollinger band (MBB). MACD masih bergerak turun dengan histogram negatif yang memendek. RSI, Stochastic, dan William’s %R masih bertahap kenaikannya.
IHSG pada perdagangan kemarin sempat berada di target support 4.870-4.898, namun juga sempat berada di target resisten 4.926-4.938.
“Meski aksi beli mulai meningkat, namun belum sepenuhnya signifikan, sehingga kenaikan pun masih terbatas. Oleh karena itu, laju IHSG pun masih akan variatif cenderung menguat tipis, namun tetap perhatikan potensi pembalikan arah jika laju bursa saham global berbalik arah,“ kata dia dalam risetnya, Rabu (4/6/2014).
Dia memprediksi, IHSG hari ini akan berada pada rentang support 4.890-4.907. Sedangkan resisten pada kisaran 4.940-4.954.
Laju IHSG kemarin masih terlihat mengalami kenaikan seiring dengan kembali meningkatnya aksi beli para investor, terutama asing yang sempat mencatatkan nett buy meskipun jelang akhir sesi perdagangan kembali mencatatkan nett sell tipis. Kenaikan IHSG terjadi di tengah anjloknya rupiah karena pelaku pasar valuta asing (valas) masih merespon negatif data-data ekonomi Indonesia yang telah dirilis sebelumnya.
Aksi beli pada saham-saham konsumer, perdagangan, pertambangan, dan lainnya juga menopang hijaunya IHSG. Selain itu, masih positifnya sejumlah bursa saham utama Asia turut memberikan tambahan angin segar bagi IHSG.
Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level tertinggi 4.942,16 di akhir sesi 2 dan menyentuh level terendah 4.896,95 di awal sesi 1 dan berakhir di level 4.942,16. Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan kenaikan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
(rna)
Lihat Juga :