Chatib: Penerimaan Pajak Turun karena Faktor Eksternal

Selasa, 17 Juni 2014 - 11:56 WIB
Chatib: Penerimaan Pajak...
Chatib: Penerimaan Pajak Turun karena Faktor Eksternal
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Chatib Basri mengatakan bahwa dalam beberapa tahun terakhir tantangan penerimaan negara menjadi sangat berat, terutama disebabkan faktor eksternal berupa menurunnya harga komoditas dan harga energi akibat melambatnya pertumbuhan ekonomi.

"Sehingga dari sisi pajak ada penerimaan pajak yang mengalami penurunan di beberapa tahun terakhir. Saya tahu penyebab dari pemasalahan ini adalah faktor eksternal karena penurunan harga, baik itu dari komiditi maupun harga energi, tetapi ada baiknya kita melihat salah satu penyebab mengapa turunnya ini karena selama ini penerimaan pajak kita terlalu terkonsentrasi pada sektor yang profit-nya tergantung pada eksternal," ujar dia di Aula Djuanda Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (16/6/2014).

Lebih lanjut dia mengatakan, jika dilihat dalam struktur pajak negara, penerimaan yang sangat besar terdapat pada sektor kredibel atau ekspor, terutama tambang dan komoditas. Akibatnya, ketika harga tambang dan komoditas mengalami penurunan, maka pajak terkorelasi.

"Implikasi dari ini bahwa kita harus melakukan ekstensifikasi, tidak mungkin lagi memfokuskan penerimaan kita hanya kepada sektor yang saya sebut sebagai sektor tradisional atau kredibel, jika suatu hari kalau harga komiditi mengalami penurunan, maka revenue pajak kita mengalami penurunan," imbuh dia.

Chatib mengatakan, upaya ekstensifikasi penerimaan pajak di luar sektor tersebut menjadi kebutuhan yang mendesak. Karena itu, menurut dia, diperlukan langkah dan terobosan.

"Sektor yang selama ini praktis walaupun sudah digarap, tetapi tidak bisa digarap secara penuh menjadi suatu yang penting," tukas dia.

Sekedar informasi, target penerimaan pajak tahun ini direvisi menjadi Rp1.059,7 triliun atau turun Rp50,4 triliun dari sebelumnya Rp1.110,1 triliun. Revisi itu dilakukan, salah satunya karena target pertumbuhan ekonomi dipangkas menjadi 5,5% dari 6%.

Tahun lalu target pajak meleset hanya terealisasi sebesar Rp1.099 triliun atau turun sekitar 4% dari target yang dipatok pemerintah. Berdasarkan versi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), realisasi penerimaan pajak itu meleset dipicu oleh tiga faktor utama yang terdiri atas kebijakan pajak, institusi pajak, dan wajib pajak.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Per 1 Juli Netflix dan...
Per 1 Juli Netflix dan Zoom Dikenai Pajak
Dihantam Covid-19, hingga...
Dihantam Covid-19, hingga April Penerimaan Pajak Turun 0,9%
Maksimalkan Potensi...
Maksimalkan Potensi Penerimaan Pajak dari Sektor Digital
Pajak Digital Belum...
Pajak Digital Belum Disepakati G20, Sri Mulyani Ungkap Gara-gara AS
Viral Pegawai Pajak...
Viral Pegawai Pajak Lakukan KDRT, DJP: Sudah Ditangani Polisi
Ini Lho Alasan Kenapa...
Ini Lho Alasan Kenapa Sepeda Masuk Objek Wajib Lapor SPT
Berita Terkini
Libur Sekolah 2026,...
Libur Sekolah 2026, Tarif Angkutan Penyeberangan Diskon Sekitar 21,9%
15 menit yang lalu
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
1 jam yang lalu
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
11 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
11 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
12 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
12 jam yang lalu
Infografis
Kisah Jenderal Hoegeng...
Kisah Jenderal Hoegeng Menyamar Jadi Hippies, Turun Langsung Bongkar Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved