Harga Ayam di Bandung Melonjak

Rabu, 25 Juni 2014 - 12:31 WIB
Harga Ayam di Bandung...
Harga Ayam di Bandung Melonjak
A A A
BANDUNG - Dalam rangka persiapan menjelang Ramadan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Barat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Kiaracondong, Kota Bandung, hari ini.

Dalam sidak tersebut juga dihadiri perwakilan dari Dinas Peternakan (Disnakan), Pertamina, Hiswana Migas, dan lainnya.

Disperindag melakukan pemantauan terhadap ketersediaan serta harga kebutuhan pokok seperti beras, daging sapi, daging ayam, telur, cabai, dan lainnya.

Disnakan melakukan pengecekan kesehatan daging yang beredar di pasar. Sementara Pertamina dan Hiswana Migas melakukan pengecekan ketersediaan elpiji di SPBE Cipamokolan.

Dari hasil sidak tersebut, Kepala Disperindag Jabar Fery Sofwan Arief mengatakan, kenaikan yang cukup signifikan terjadi pada daging ayam yang mencapai Rp36.000 per kilogram (kg) dari Rp32.000 per kg.

Ferry membantah kenaikan harga daging ayam disebabkan stok terbatas, sementara permintaan dari masyarakat menjelang munggah.

"Harga daging ayam ini naik bukan karena stok yang kurang, melainkan karena harga dari peternak yang juga sudah naik. Ini merupakan imbas dari harga DOC yang juga mengalami kenaikan. Stok ayam di Jabar ini surplus, tidak usah khawatir," katanya di sela sidak, Rabu (25/6/2014).

Untuk komoditas lain, kata Ferry, relatif stabil seperti harga daging sapi, beras, dan cabai merah. Kalaupun ada kenaikan tidak lebih dari Rp1.000 per kg.

"Kenaikan yang dianggap wajar, antara lain cabai merah dari Rp17.000 per kg naik menjadi Rp18.000 per kg. Beras juga naiknya hanya Rp100 per kg. Memang mengalami kenaikan, tapi cukup stabil, kenaikannya sama seperti tahun lalu, tidak naik tinggi. Kami harap saat Ramadan dan Lebaran kenaikan tidak terlalu melonjak," tutur dia.

Disperindag juga membeli sampel seperti tahu dan mie basah yang berkaitan dengan pengawasan barang beredar. Untuk kemudian diuji di balai besar BPOM, apakah sudah sesuai atau belum. Termasuk beberapa kerupuk berwarna, mengandung zat pewarna berbahaya atau tidak.

"Kalau ternyata terbukti ada zat-zat yang tidak sesuai, kami akan melayangkan surat kepada dinas indag kabupaten/kota terkait. Bahwa para pedagang harus diberikan pembinaan lebih lanjut. Karena menerima barang yang tidak sesuai dengan ketentuan. Peringatan seperti itu penting saya rasa," imbuh Ferry.

Pihaknya menginginkan masyarakat menerima barang yang aman dari zat-zat yang tidak diizinkan apalagi menjelang Ramadan.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
100 Ribu Ton Impor Daging...
100 Ribu Ton Impor Daging Sapi Tersendat, Bagaimana Stok Ramadhan dan Lebaran?
Curhat Pedagang Daging...
Curhat Pedagang Daging Sapi: Gara-gara Harga Naik, Pembeli Sepi
Kementan Pastikan Stok...
Kementan Pastikan Stok Daging Sapi Aman hingga Lebaran
Permintaan Meningkat,...
Permintaan Meningkat, Harga Daging Sapi Tak Bisa Dibendung Naik
Pak Mendag, Harga Daging...
Pak Mendag, Harga Daging Sapi Tembus Rp150 per Kg Nih!
Harga Daging Sapi Tinggi,...
Harga Daging Sapi Tinggi, Pedagang Duga Ada Permainan Kartel
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
6 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
6 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
6 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
7 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
7 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
7 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved