Pembentukan Korporatisasi Garam Rakyat Belum Mendesak

Rabu, 06 Agustus 2014 - 12:02 WIB
Pembentukan Korporatisasi...
Pembentukan Korporatisasi Garam Rakyat Belum Mendesak
A A A
BANDUNG - Pembentukan korporatisasi usaha garam rakyat yang berbasis kerja sama antar petani dinilai bukan agenda mendesak yang harus dilakukan dalam waktu dekat ini. Pemerintah justru harus memfokuskan pada peningkatan kualitas garam lokal yang masih di bawah standar.

Ketua Asosiasi Pengusaha Garam Indonesia (APGI) Jawa Barat Cucu Sutara mengatakan, garam di Indonesia masih belum memenuhi syarat SNI bahan baku yang mengharuskan kadar minimum NaCl 90%.

“Pemerintah perlu memikirkan cara terbaik untuk meningkatkan kualitas garam lokal. Atau tiru keberhasilan India dalam mengelola produksi garam lokal,” ujarnya melalui sambungan telepon, Rabu (6/8/2014).

Dia menyarankan, sebaiknya pemerintah merangkul stake holder untuk membuat studi bagaimana meningkatkan kualitas garam lokal. Menurutnya, para importir sebenarnya sangat merah putih, sangat cinta Indonesia, akan lebih memilih produk lokal daripada produk impor kalau kualitasnya sudah memenuhi standar.

“Infrastruktur pendukung juga perlu ditingkatkan karena selama ini para petani di Jabar khususnya masih menggunakan alat-alat tradisional dalam memproduksi garam. Akibatnya, daya angkut kurang, produksi juga terhambat,” katanya.

Cucu mengkhawatirkan pembentukan korporatisasi usaha garam rakyat malah dimanfaatkan oleh kalangan-kalangan tertentu yang tidak bertanggung jawab.

“Takutnya pembentukan korporatisasi hanya dijadikan alat proyek bukan program yang memang untuk kesejahteraan rakyat,” katanya.

Dia menambahkan, pemerintah perlu mengoptimalkan lahan pertanian garam yang ada saat ini. Bukan dengan membuka lahan baru yang belum tentu dijamin dapat menghasilkan garam berkualitas.

“Meskipun Indonesia negara dengan mayoritas daerahnya laut, tapi tidak semua laut di Indonesia bisa menghasilkan garam. Optimalkan saja lahan yang ada. Apalagi pertanian garam di Indonesia sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda,” tuturnya.

Dikatakan dia, petani garam garam Jabar saat ini bisa menghasilkan sekitar 70 ton/hektar saat cuaca bagus. Namun, dengan kondisi cuaca yang tidak stabil seperti sekarang ini, garam yang dihasilkan hanya sekitar 50 ton/hektar.

“(Produksi) tergantung cuaca. Dalam kondisi normal, produksi garam di Jabar kurang lebih 225.000 ton/tahun,” katanya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Produksi Garam Sulsel...
Produksi Garam Sulsel Terus Turun Dalam 2 Tahun Terakhir
Produksi dan Kebutuhan...
Produksi dan Kebutuhan Jomplang, RI Bakal Kecanduan Impor Garam
Pakar UI: Garam Bermutu...
Pakar UI: Garam Bermutu Dihasilkan Dari Panen di Atas Meja Garam
APGRI Beberkan Penyebab...
APGRI Beberkan Penyebab Indonesia Selalu Impor Garam
Industri Pengguna Garam...
Industri Pengguna Garam Bisa Tenang, Ada Jaminan Pasokan dari Kemenperin
KPPU Endus Ada potensi...
KPPU Endus Ada potensi Rente di Impor Garam
Berita Terkini
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
25 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
1 jam yang lalu
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
1 jam yang lalu
WYCE Targetkan Penjualan...
WYCE Targetkan Penjualan 100.000 Boks pada Tahun Pertama
1 jam yang lalu
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
2 jam yang lalu
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
3 jam yang lalu
Infografis
Rakyat Palestina Siap...
Rakyat Palestina Siap Deklarasi Perang Lawan Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved