Pemerintah Didesak Transparan soal Sonangol

Jum'at, 05 Desember 2014 - 13:49 WIB
Pemerintah Didesak Transparan...
Pemerintah Didesak Transparan soal Sonangol
A A A
JAKARTA - Pemerintah didesak terbuka dan transparan terkait kontrak minyak dan gas bumi (migas), termasuk kasus impor minyak dari Sonangol.

"Prinsipnya pemerintah mesti terbuka dan transparan terkait kontrak-kontrak migas yang sifatnya G to G ataupun B to B. Termasuk kasus Sonangol," ujar Direktur Eksekutif Indonesia Mining and Energy Studies (IMES) Erwin Usman di Jakarta, Jumat (5/12/2014).

Menurutnya, jika itu merugikan negara maka harus ditolak. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mesti tegas memeriksa lagi soal tindak lanjut pembicaraan kontrak Sonagol.

Jika tidak sesuai kesepakatan atau perjanjian awal, wajib ditolak. Jangan sampai, kesepakatan yang ada justru membuka celah bagi masuknya para broker migas baru yang berpotensi menguatkan jejaring mafia migas baru.

"Publik dan DPR mesti kritis dan mengawasi pola kerja sama pembelian atau pengelolaan migas, sebab para mafia dan jejaringnya terus berusaha keras untuk membuka celah baru untuk eksistensi mereka," terang dia.

Dia mengatakan, Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri ESDM Sudirman Said harus menjelaskan kelanjutan kerja sama Sonangol, karena merekalah yang pertama kali menjelaskan ke publik terkait diskon USD15 bbl dari harga pasar.

"Menteri ESDM Sudirman Said harus segera menjelaskan sejauhmana perkembangan kontrak Sonangol ini. Agar publik tahu, benarkah negara untung dengan skema pembelian yang ada, atau malah negara buntung," tegasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rusia Jadi Pemasok Utama...
Rusia Jadi Pemasok Utama Impor Minyak ke China Juli 2022
Kejagung Ungkap Ahok...
Kejagung Ungkap Ahok Mengetahui Impor-Ekspor Minyak Mentah Pertamina
Neraca Dagang Surplus,...
Neraca Dagang Surplus, Terselamatkan Penurunan Impor
Dulu Ekspor Kini Impor,...
Dulu Ekspor Kini Impor, Bahlil Ingin Produksi Minyak Balik Seperti 1997
CORE: Perdagangan Surplus,...
CORE: Perdagangan Surplus, Tapi Gara-gara Impornya Terkontraksi
Program SSMQC Resmi...
Program SSMQC Resmi Dilaunching untuk Efisiensi Waktu dan Biaya Ekspor Impor
Berita Terkini
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp30.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya
24 menit yang lalu
Penunjukan Luke Thomas...
Penunjukan Luke Thomas Dinilai Mencerminkan Meritokrasi di DSI
1 jam yang lalu
Bukan Rp16.250, Harga...
Bukan Rp16.250, Harga Asli Pertamax Seharusnya Rp20.200 per Liter
2 jam yang lalu
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
3 jam yang lalu
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
4 jam yang lalu
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
13 jam yang lalu
Infografis
Raja YordaniaTolak Gagasan...
Raja YordaniaTolak Gagasan Trump soal Pencaplokan Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved