Pengusaha Sesuaikan Harga Gas dengan Kurs

Jum'at, 19 Desember 2014 - 11:54 WIB
Pengusaha Sesuaikan...
Pengusaha Sesuaikan Harga Gas dengan Kurs
A A A
JAKARTA - Para pengusaha gas Indonesia saat ini memberlakukan harga keekonomian gas yang disesuaikan dengan kurs tanpa adanya fasilitas apapun.

Hal tersebut dikatakan Ketua Umum Asosiasi Perusahaan CNG Indonesia (APCNGI) Roby R Sukardi dalam pertemuan bersama Menko Perekonomian Sofyan Djalil di kantor Kemenko Perekonomian, Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (19/12/2014).

"Kalau harga keekonomian itu secara keekonomian harga gasnya disesuaikan dengan kurs sekarang tanpa fasilitas apapun seperti subsidi atau segala macamnya. Gas itu dititik SPBG ada di Rp5.500 per liter setara premium (LSP)," ujarnya di Jakarta, Jumat (19/12/2014).

Namun, perlu juga dilihat jika menjual pada angka Rp5.500 memang dari sisi hulu yang punya gas untung, dari sisi infrastruktur pipa cukup.

Selain itu, yang memiliki stasiun/SPBG ekonomis tapi yang disengsarakan adalah pengguna/konsumen yang keberatan dengan harga Rp5.500.

"Untuk ketertarikan misalnya begini, ada orang mau beralih, kalau misalnya SPBG banyak tapi suruh pakai tabung kan kalau ingin harga murah, beralih lah. Memang selain murah juga harus aman. Itu yang kita targetkan. BBG harus pastikan masyarakat bahwa itu aman," terang Roby.

Setelah aman, jika mau beralih perlu dipastikan barangnya ada termasuk adanya insentif. Maka akan lebih murah.

Menurutnya, murah tidak berarti harganya tetap Rp5.500 tetap, tapi insentifnya bisa saja diberikan kepada kendaraan yang memakai BBG dengan memberikan insentif pajak kendaraannya.

"Kemudian orang yang sudah pakai kendaraan ini, gunakanlah green car yang sebenarnya, green car definisinya adalah CNG, green car yang irit. Jadi itu insentif-insentifnya," ujarnya.

Roby menuturkan, tanpa ada insentif dia yakin siapapun sulit kecuali program ini adalah program mandatory.

"Wajib/mutlak harus pakai BBG, tapi kenyataannya bukan mandatory, kenyataannya diversifikasi," tandasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah Didorong...
Pemerintah Didorong Evaluasi Harga Gas Bumi
Gas Murah Industri Dipastikan...
Gas Murah Industri Dipastikan Lanjut, Berikut Skema Baru HGBT dan 7 Sektor Penerimanya
Subsidi Gas Industri...
Subsidi Gas Industri Perlu Dikaji Ulang, Ini Alasannya
Penetapan Harga Gas...
Penetapan Harga Gas Bumi Harus Mengakomodasi Kepentingan Semua Pihak
Industri Digerujuk Gas...
Industri Digerujuk Gas Murah, Negara Dapat Apa?
Harga Gas Murah Belum...
Harga Gas Murah Belum Terserap Maksimal, Menperin: Saya Juga Tak Mengerti
Berita Terkini
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
23 menit yang lalu
Purbaya Bebaskan Bea...
Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Komponen Pesawat Udara
47 menit yang lalu
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
1 jam yang lalu
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
1 jam yang lalu
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
10 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
10 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved