Premium Dihapus, Asing Dominasi Pasar BBM

Kamis, 25 Desember 2014 - 17:09 WIB
Premium Dihapus, Asing...
Premium Dihapus, Asing Dominasi Pasar BBM
A A A
JAKARTA - Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Ery Purnomohadi menegaskan, penghapusan RON 88 atau setara premium merupakan sistem liberal yang ujungnya akan membuka seluas-luasnya kepada asing menguasasi segmen pasar bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri.

Padahal, menurut dia, PT Pertamina (persero) belum sanggup untuk bersaing dengan perusahaan migas asing.

"Dari segi manajemen kalah jauh, dari segi sistem kalah jauh, sehingga pertarungannya menjadi tidak imbang," kata dia di Jakarta, Kamis (25/12/2014).

Menurut Ery, pemerintah sebagai pemegang saham Pertamina tidak seharusnya membiarkan perusahaan BUMN tak berkembang dan sudah sepantasnya pemerintah melindungi bisnis Pertamina.

"Masa pemerintah membiarkan Pertamina hancur. Masa pasar kita akan didominasi asing dan market kita diambil orang?" ujarnya.

Jika ini terjadi, dia menilai, maka pemerintah telah mengembalikan sistem ekonomi Indonesia ke jaman penjajahan Belanda. Dalam artian, telah memberikan ruan sebesar-besarnya untuk asing menguasai segmen pasar di dalam negeri.

"Kalau tidak ada subsidi, ini mirip jaman VOC," ungkapnya.

Hiswana berharap pemerintah mencontoh sistem yang baik di Korea Selatan. Di sana, tidak ada merek asing, tapi semua merek nasional.

Dia menegaskan, harus ada regulasi atau barrier yang mengatur penghapusan subsidi RON 88 atau setara premium agar segmen pasar asing tidak mendominasi di dalam negeri. Pasalnya, perusahaan migas asing sangat mudah untuk mendirikan SPBU di dalam negeri.

Ery menuturkan, perusahaan asing tidak mau repot dalam mengembangkan bisnisnya di dalam negeri tidak mau membangun depot, tidak mau membangun kilang. Bahkan tidak mau menanggung beban sosial seperti yang dilakukan Pertamina.

Contohnya Shell dan Total tidak perlu repot-repot membangun kilang, dan hanya sewa kepada Pertamina. Hal itu, lanjut Ery, berbanding terbailik ketika Pertamina ingin ekspansi ke luar negeri.

"Artinya mereka hanya mau membangun SPBU di perkotaan saja, seperti DKI Jakarta, Surabaya. Kilang selama ini juga sewa jadi performance 92 cuma sandiwara karena itu produk Pertamina," terang Ery.

Ery meminta jika pemerintah ingin menerapkan rekomendasi Tim Reformasi Tata Kelola Migas, maka pemerintah harus menciptakan aturan baru agar segmen BBM di Indonesia tidak dikuasai asing. Misalnya, perusahaan asing dilarang menjual pertamax dan harus menjual di atas performance 92.

"Bisa seperti itu, tapi juga harus ada kewajiban lain, yaitu membuat SPBU di daerah terpencil, sehingga mencipatakan keuntungan untuk negara," tutup Ery.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Simak Baik-baik, Begini...
Simak Baik-baik, Begini Tahapan Penghapusan Premium dan Pertalite
BBM Premium dan Pertalite...
BBM Premium dan Pertalite Mau Dihapus, Bagaimana Dampaknya ke Masyarakat?
BBM Pertalite Bakal...
BBM Pertalite Bakal Disubsidi Pemerintah, Sinyal Premium Dihapus Makin Kuat
Bagaimana Nasib BBM...
Bagaimana Nasib BBM Premium, Menteri ESDM: Secara Alami Tergantikan Oleh Pertalite
Siap-siap Wahai Penikmat...
Siap-siap Wahai Penikmat BBM Premium, Kuota di Jawa-Madura-Bali Akan Dikurangi
Resmi! Premium Dihapus...
Resmi! Premium Dihapus Mulai Tahun Depan, Paling Rendah Hanya Pertalite
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
53 menit yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
1 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
1 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
2 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
2 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
3 jam yang lalu
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved