Harga Minyak Rendah Momentum Tepat Genjot Eksplorasi

Kamis, 15 Januari 2015 - 18:13 WIB
Harga Minyak Rendah...
Harga Minyak Rendah Momentum Tepat Genjot Eksplorasi
A A A
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) menegaskan kondisi harga minyak yang rendah saat ini momentum baik guna meningkatkan eksplorasi minyak dan gas bumi (migas) dalam rangka meningkatkan produksi.

"Kondisi harga yang rendah saat ini merupakan kesempatan investasi menggenjot eksplorasi untuk meningkatkan produksi. Sehingga saat lima tahun ke depan berproduksi harga minyak naik," ungkap Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam dalam acara Indonesia Outlook 2015 di Jakarta, Kamis (15/1/2015).

Menurutnya, Pertamina telah menyiapkan dana USD2,6 miliar untuk meningkatkan ekplorasi. Namun dengan kondisi menurunnya harga minyak maka biaya produksi juga akan menurun, sehingga perlu dilakukan evaluasi kembali.

"Dengan peningkatan ekslplorasi, maka kita akan membantu untuk mengurangi impor BBM. Maka di sisi hulu harus ditingkatkan," kata dia.

Syamsu menjelaskan, Pertamina sebagai National Oil Company (NOC) di Indonesia menyumbangkan 20% produksi minyaknya kepada negara. Selebihnya, di topang NOC lain di dalam negeri di atas 50%.

"Kalau kita mau tambah, harus bisa mengakses dimanapun di negeri ini. Tapi perlu dukungan dari pemerintah," ucapnya.

Tidak hanya akses di dalam negeri. pihaknya juga meminta dukungan pemerintah untuk meningkatkan produksinya di luar negeri seperti Aljazair, Irak dan Serawak Malaysia.

"Pertamina tidak mungkin bisa sendiri. Perlu support dari pemerintah," imbuhnya.

Menurutnya, saat ini yang menjadi konses Pertamina adalah meningkatkan produksi 2,2 juta barel per hari (bph). Hal itu sesuai arahan pemerintah.

"Untuk itu Pertamina tidak hanya meningkatkan produksi di dalam negeri tapi juga di luar negeri," kata Syamsu.

Vice President Corporate Pertamina Ali Mundakir mengatakan, penurunan harga minyak dunia berpengaruh terhadap cost produksi seperti biaya sewa rig dan biaya lainnya juga mengalami penurunan.

Sehingga diharapkan dalam lima tahun ke depan sudah mendapatkan dari produksi hasil eksplorasi. "Maka ini diharapkan hasilnya dalam lima tahun ke depan," ucapnya.

Sementara Ekonom Universitas Indonesia Faisal Basri juga menyatakan hal yang sama. Tatkala harga murah maka merupakan momentum terbaik melakukan investasi.

"Jadi kalau investasi terbaik tatkala harga murah. Kan produksi butuh lima tahun maka dapat untung saat harga naik," tuturnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Minyak Anjlok,...
Harga Minyak Anjlok, Pertamina Siapkan Dua Skenario Penjualan Migas
Pertamina Tegaskan Tidak...
Pertamina Tegaskan Tidak Turunkan Harga BBM
Optimis! Pertamina Targetkan...
Optimis! Pertamina Targetkan Laba Bersih Rp28 Triliun Tahun Ini
Kilang Banyak yang Sudah...
Kilang Banyak yang Sudah Sepuh, Pertamina Genjot Modernisasi
Kejagung Tahan 2 Tersangka...
Kejagung Tahan 2 Tersangka Baru Kasus Korupsi Minyak Mentah Pertamina
Harga Minyak Rendah,...
Harga Minyak Rendah, Pertamina Tetap Jaga Tingkat Produksi
Berita Terkini
Jelang Mandatori SAF...
Jelang Mandatori SAF 1% di 2027, Pertamina Patra Niaga Percepat Ekosistem
23 menit yang lalu
Tren Penguatan IHSG...
Tren Penguatan IHSG Lanjut ke 6.346, Transaksi di Awal Sesi Cetak Rp627 Miliar
34 menit yang lalu
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
1 jam yang lalu
Purbaya Bebaskan Bea...
Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Komponen Pesawat Udara
2 jam yang lalu
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
2 jam yang lalu
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
2 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved