Indonesia Kebanjiran Investasi dari Korsel Rp214 Triliun

Rabu, 11 Februari 2015 - 22:31 WIB
Indonesia Kebanjiran...
Indonesia Kebanjiran Investasi dari Korsel Rp214 Triliun
A A A
JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengungkapkan Indonesia kebanjiran investasi dari Korea Selatan (Korsel) senilai Rp214 triliun sampai akhir Januari 2015. Mereka menanamkan modalnya di beberapa sektor.

Kepala BKPM, Franky Sibarani mengatakan, realisasi investasi Korsel tahun ini diperkirakan akan tumbuh membaik dibandingkan tahun lalu. Itu disebabkan karena pemahaman yang sangat baik dari investor Korsel terhadap kondisi ekonomi dan politik di Indonesia.

"Seperti halnya dengan Jepang, Korsel sudah cukup lama investasi di Tanah Air. Jadi, mereka sudah mengenal karakter bangsa kita dan sistem politik di Indonesia," ujarnya di Jakarta, Rabu (11/2/2015).

Franky menyebutkan investasi tersebut mengalir ke sektor listrik sebanyak dua perusahaan, padat karya tiga perusahaan, kemaritiman tiga perusahaan, substitusi impor enam perusahaan, pertanian dua perusahaan, hilirisasi tambang tiga perusahaan, dan infrastruktur tiga perusahaan.

"Ini jumlahnya mencapai USD17,1 miliar. Itu dari Korsel saja. Sebagian besar memang investasi baru dan berada di luar Jawa," tegasnya.

Jika dilakukan penghitungan dengan kurs Rp12.600 per dolar AS, maka nilai investasi tersebut sekitar Rp 214,2 triliun. Investor Korsel, lanjutnya, tertarik berinvestasi ke sektor industri padat karya, seperti elektronik, tekstil dan alas kaki. Ini yang menjadi kekuatan investasi Korsel karena mampu menyerap tenaga kerja Indonesia paling sedikit 5.000 sampai 10 ribu orang.

"Kita mengawal investasi mereka untuk lebih meyakinkan dan memberikan dukungan ke Korea, seperti fasilitas one stop service, dan menata pendampingan. Jadi kita menempatkan satu orang officer untuk investor Korea. Sehingga kalau ada kesulitan, bisa kontak dia," tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tekad Kuat Wamen Investasi...
Tekad Kuat Wamen Investasi Benahi Perizinan Demi Ekonomi Tumbuh 8 Persen
BKPM Siapkan 6 Strategi...
BKPM Siapkan 6 Strategi Pulihkan Investasi di 2021
Serabutan Sedot Investasi,...
Serabutan Sedot Investasi, Besar atau Kecil Tetap Dilayani
Kejar Target Investasi,...
Kejar Target Investasi, Kepala BKPM Pakai Strategi Ala Juventus
Pemerataan Investasi,...
Pemerataan Investasi, Penanaman Modal di Luar Jawa Meningkat 19,3%
Genjot Investasi, BKPM...
Genjot Investasi, BKPM Prioritaskan Sektor Manufaktur, Hilirisasi dan Alat Kesehatan
Berita Terkini
Uang Beredar di Mei...
Uang Beredar di Mei 2026 Capai Rp10.415,9 Triliun, BI: Tumbuh 10,8 Persen
7 menit yang lalu
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan...
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Baju Bekas Ilegal Senilai Rp37,4 Miliar
1 jam yang lalu
Bangun SDM Unggul, Pertamina...
Bangun SDM Unggul, Pertamina Gandeng Kemnaker Perkuat Kompetensi dan Budaya K3
1 jam yang lalu
Kebijakan Ekspor Satu...
Kebijakan Ekspor Satu Pintu, Reform Syndicate Sodorkan 5 Rekomendasi Taktis
1 jam yang lalu
Kilau Emas Antam Kembali,...
Kilau Emas Antam Kembali, Hari Ini Naik Tipis Rp5 Ribu ke Rp2.673.000 per Gram
1 jam yang lalu
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
2 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved