Menkeu Nilai Kenaikan Minyak Dunia Hanya Sebentar
Selasa, 17 Februari 2015 - 12:19 WIB
Menkeu Nilai Kenaikan Minyak Dunia Hanya Sebentar
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro menilai kenaikan harga minyak dunia sebagai sesuatu yang tidak perlu dihebohkan karena hanya sebentar. Apalagi, pemerintah disinyalir akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) pada Maret 2015.
Menurutnya, harga minyak dunia hingga saat ini belum stabil dan masih naik turun. Karena itu, belum ada kepastian apakah harga BBM akan naik awal Maret atau tidak.
"Rebound-nya kan cuma sebentar ya, masih naik turun lah menurut saya," ujar Bambang di Kantornya, Kemenkeu, Jakarta, Selasa (17/2/2015).
Dia meminta semua pihak tidak membuat spekulasi terlebih dahulu soal naik turunnya harga BBM, karena rebound minyak dunia masih belum dipastikan waktunya. "Jangan spekulasi dulu, kita sudah tentukan mulai hari ini saja harganya tetap," katanya.
Sayangnya, Menkeu tidak menjelaskan lebih lanjut soal penghitungan minyak dunia terhadap pengaruh harga BBM di Indonesia. Menurut dia, itu memang sudah hitungannya. "Ya itu memang hitungannya begitu," pungkasnya.
Sebelumnya, harga minyak dunia terperosok ke level USD48 per barel. Menko bidang Ekonomi Sofyan Djalil kemarin belum bisa memastikan harga BBM Indonesia pada Maret.
"Harga minyak dunia sedang naik, akhir bulan mungkin akan naik, tapi enggak tahu kita (besarannya). Tergantung harga internasional," ujar Sofyan.
Dia menjelaskan, penetapan harga BBM tidak bisa dipatok langsung besarannya. Sebab, perubahan harga tersebut perlu disinkronkan dengan pergerakan rata-rata harga minyak dunia.
"Enggak bisa patokan, tergantung harga internasional. Karena kita masih impor. Tergantung (naiknya), kalau harga minyak dunia USD50 per barel bisa jual BBM Rp6.600 per liter, kalau USD45 per barel bisa turun lagi. Kalau USD60 per barel pasti naik lagi," jelasnya.
Menurutnya, harga minyak dunia hingga saat ini belum stabil dan masih naik turun. Karena itu, belum ada kepastian apakah harga BBM akan naik awal Maret atau tidak.
"Rebound-nya kan cuma sebentar ya, masih naik turun lah menurut saya," ujar Bambang di Kantornya, Kemenkeu, Jakarta, Selasa (17/2/2015).
Dia meminta semua pihak tidak membuat spekulasi terlebih dahulu soal naik turunnya harga BBM, karena rebound minyak dunia masih belum dipastikan waktunya. "Jangan spekulasi dulu, kita sudah tentukan mulai hari ini saja harganya tetap," katanya.
Sayangnya, Menkeu tidak menjelaskan lebih lanjut soal penghitungan minyak dunia terhadap pengaruh harga BBM di Indonesia. Menurut dia, itu memang sudah hitungannya. "Ya itu memang hitungannya begitu," pungkasnya.
Sebelumnya, harga minyak dunia terperosok ke level USD48 per barel. Menko bidang Ekonomi Sofyan Djalil kemarin belum bisa memastikan harga BBM Indonesia pada Maret.
"Harga minyak dunia sedang naik, akhir bulan mungkin akan naik, tapi enggak tahu kita (besarannya). Tergantung harga internasional," ujar Sofyan.
Dia menjelaskan, penetapan harga BBM tidak bisa dipatok langsung besarannya. Sebab, perubahan harga tersebut perlu disinkronkan dengan pergerakan rata-rata harga minyak dunia.
"Enggak bisa patokan, tergantung harga internasional. Karena kita masih impor. Tergantung (naiknya), kalau harga minyak dunia USD50 per barel bisa jual BBM Rp6.600 per liter, kalau USD45 per barel bisa turun lagi. Kalau USD60 per barel pasti naik lagi," jelasnya.
(izz)
Lihat Juga :