Investor Keluhkan Perizinan Investasi di Surabaya

Selasa, 14 April 2015 - 10:27 WIB
Investor Keluhkan Perizinan...
Investor Keluhkan Perizinan Investasi di Surabaya
A A A
JAKARTA - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani mengungkapkan, investor di Jawa Timur (Jatim), khususnya Surabaya masih mengeluhkan proses perizinan investasi di wilayah tersebut yang masih berbelit.

Hal tersebut dikatakannya, setelah kemarin malam melakukan pertemuan dengan 32 Penanaman Modal Asing (PMA) asal Jepang, Taiwan, Korea Selatan, Singapura, Inggris dan Spanyol, yang berinvestasi di wilayah tersebut.

Franky mengatakan, pihaknya segera memfasilitasi pertemuan antara para investor dengan pemerintah daerah setempat, sehingga ada kepastian persyaratan dan prosedur dalam pengurusan perizinan.

"BKPM berharap kepala daerah dapat memberikan kepastian hukum terhadap para investor, sehingga proses realisasi investasi dapat berjalan dengan baik," kata Franky seperti dalam rilis di Jakarta, Selasa (14/4/2015).

Selain persoalan perizinan, hal lain yang juga dikeluhkan investor di Jawa Timur adalah terkait penetapan Upah Minimum Kabupaten (UMK), di mana tidak ada kepastian mekanisme dalam penetapannya.

"BKPM bersama Kementerian Tenaga Kerja, Kementerian Perindustrian dan perwakilan dunia usaha sedang menyusun formulasi penetapan upah minimum setiap lima tahun," imbuh dia.

Menurutnya, Jatim merupakan salah satu destinasi investasi yang paling menarik bagi investor asing di Indonesia. Dalam lima tahun terakhir, nilai realisasi investasi di Jatim mencapai USD13 miliar, sehingga menempatkan Jatim dalam lima besar destinasi investasi asing di Indonesia.

Menariknya, Jatim memiliki delapan kawasan industri dari total 79 kawasan industri yang ada di Indonesia. Hal tersebut disninyalir menjadi salah satu daya tarik Jatim untuk berinvestasi.

"Kawasan industri menjadi salah satu kunci pembangunan, untuk dapat meningkatkan daya saing industri berlandaskan keunggulan sumber daya yang dimiliki daerah, dan meningkatkan nilai tambah produk sepanjang rantai produksi. Dalam lima tahun mendatang pemerintah menargetkan pendirian 15 kawasan industri, dengan 13 di antaranya berada di luar Pulau Jawa," tandas Franky.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tekad Kuat Wamen Investasi...
Tekad Kuat Wamen Investasi Benahi Perizinan Demi Ekonomi Tumbuh 8 Persen
Pemerataan Investasi,...
Pemerataan Investasi, Penanaman Modal di Luar Jawa Meningkat 19,3%
Genjot Investasi, BKPM...
Genjot Investasi, BKPM Prioritaskan Sektor Manufaktur, Hilirisasi dan Alat Kesehatan
BKPM Siapkan 6 Strategi...
BKPM Siapkan 6 Strategi Pulihkan Investasi di 2021
Kejar Target Investasi,...
Kejar Target Investasi, Kepala BKPM Pakai Strategi Ala Juventus
BKPM: Jawa Barat Paling...
BKPM: Jawa Barat Paling Diminati Investor Lima Tahun Terakhir
Berita Terkini
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
39 menit yang lalu
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
1 jam yang lalu
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
2 jam yang lalu
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
2 jam yang lalu
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
2 jam yang lalu
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
2 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved