BKPM Dorong Negara Asia-Afrika Perkuat Investasi

Selasa, 21 April 2015 - 15:59 WIB
BKPM Dorong Negara Asia-Afrika...
BKPM Dorong Negara Asia-Afrika Perkuat Investasi
A A A
JAKARTA - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani mendorong negara-negara di Asia-Afrika memperkuat kerja sama investasi.

Data World Investment Report 2014, yang diumumkan oleh United Nation Conference on Trade and Development (UNCTAD) menyebut, arus investasi global tahun lalu menurun 8% dibandingkan tahun sebelumnya.

"Namun demikian, negara-negara ekonomi berkembang, termasuk Asia dan Afrika memperoleh pencapaian Foreign Direct Investment (FDI) lebih dari USD700 miliar, 56% dari total arus investasi global," ujarnya dalam rilisnya, Selasa (21/4/2015).

Sementara laporan dari Financial Times menunjukkan, dalam lima tahun terakhir, sebanyak tiga dari empat global FDI mengalir ke negara-negara Asia dan Afrika. Hal ini menunjukkan bahwa posisi negara-negara Asia Afrika sangat diperhitungkan dalam perekonomian dunia.

Berdasarkan data Financial Times, total investasi langsung antar negara Asia-Afrika pada periode 2010-2014 hanya mencapai 35% dari total arus investasi global, padahal dengan potensi besar yang dimiliki, seharusnya negara-negara Asia-Afrika dapat saling mengeksplorasi peluang yang ada dan menciptakan kerja sama saling menguntungkan.

"Untuk itu, marilah kita manfaatkan momentum yang baik ini untuk memperkuat kerja sama ekonomi di bidang investasi antara negara Asia-Afrika,” ujar Franky.

Berdasarkan data BKPM, investasi negara-negara Asia-Afrika selama tahun 2010-2014 mencapai USD58,58 miliar, terdiri dari USD55,56 miliar investasi negara-negara Asia dan USD3,01 miliar investasi negara-negara Afrika.

Sektor utama investasi negara Afrika mencakup industri makanan, perkebunan, pariwisata, konstruksi. Sedangkan sektor utama investasi negara Asia mencakup transportasi dan telekomunikasi, industri makanan, pertanian dan perkebunan.

Selain itu, industri logam dasar, barang logam, mesin dan elektronik. Sementara Pulau Jawa masih menjadi pilihan utama lokasi investasi dari negara-negara tersebut.

Menurut dia, pemerintah Indonesia terus mendorong investasi di sektor ini hingga kontribusinya mencapai 55,5% pada tahun 2019 dari 43% pada tahun lalu. Wilayah di luar Pulau Jawa juga akan lebih dipromosikan.

"Target BKPM mulai 2017, total nilai realisasi investasi di luar Pulau Jawa lebih tinggi daripada di Pulau Jawa. Saat ini, baru sekitar 43% nilai investasi mengalir ke luar Pulau Jawa," tuturnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tekad Kuat Wamen Investasi...
Tekad Kuat Wamen Investasi Benahi Perizinan Demi Ekonomi Tumbuh 8 Persen
Pemerataan Investasi,...
Pemerataan Investasi, Penanaman Modal di Luar Jawa Meningkat 19,3%
Genjot Investasi, BKPM...
Genjot Investasi, BKPM Prioritaskan Sektor Manufaktur, Hilirisasi dan Alat Kesehatan
BKPM Siapkan 6 Strategi...
BKPM Siapkan 6 Strategi Pulihkan Investasi di 2021
Kejar Target Investasi,...
Kejar Target Investasi, Kepala BKPM Pakai Strategi Ala Juventus
BKPM: Jawa Barat Paling...
BKPM: Jawa Barat Paling Diminati Investor Lima Tahun Terakhir
Berita Terkini
Mahasiswa UPJ Belajar...
Mahasiswa UPJ Belajar Analisis Fundamental dan Teknikal di Jaya Investment Week 2026 bersama MNC Sekuritas
13 menit yang lalu
IHSG Ditutup Melejit...
IHSG Ditutup Melejit 7,57% Sore Ini, 708 Saham Menghijau
38 menit yang lalu
Grab Ambil Alih Kendali...
Grab Ambil Alih Kendali Superbank, Fokus Perluas Akses Pembiayaan Digital
1 jam yang lalu
BTC Price Game Meluncur,...
BTC Price Game Meluncur, Fitur Game Edukatif untuk Analisis Harga Bitcoin
1 jam yang lalu
Rupiah Terus Melemah,...
Rupiah Terus Melemah, BI Keluarkan Lima Jurus Tambahan
1 jam yang lalu
Prabowo Panggil Chatib...
Prabowo Panggil Chatib Basri ke Istana, Ada Apa?
1 jam yang lalu
Infografis
23 Pemain Timnas Indonesia...
23 Pemain Timnas Indonesia U-17 Proyeksi Piala Asia U17 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved