Harga Batu Bara Tumbang di Bawah USD200 per Ton, Ambles 16%
Jum'at, 10 Februari 2023 - 11:04 WIB
Namun, EIA memproyeksikan ekspor batu bara AS akan nanjak sekitar 2% pada tahun 2023, seiring permintaan yang meningkat di kawasan Eropa dan Asia.
“Bahkan ketika permintaan global untuk batu bara meningkat, kami memperkirakan berkurangnya permintaan energi di AS akan menyebabkan berkurangnya produksi batu bara di Amerika Serikat tahun ini dan 2024,” ujar Administrator EIA, Joe DeCarolis, Kamis (9/2).
Analisa JPMorgan Sekuritas pada akhir pekan lalu mencatat penurunan harga gas alam menciptakan tekanan terhadap harga batu bara berkalori tinggi.
Baca juga: Pertama Kali dalam Sejarah, Australia Tolak Tambang Batu Bara
Di sisi lain, batu bara kalori rendah yang banyak terdapat di Indonesia ikut terbebani lantaran pasokan yang relatif tinggi ditambah permintaan impor yang terbatas.
Sebagai catatan, produksi batu bara RI pada 2023 diperkirakan mencapai 695 juta ton, lebih tinggi 1% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari realisasi produksi 2022 sebanyak 687 juta ton.
“Bahkan ketika permintaan global untuk batu bara meningkat, kami memperkirakan berkurangnya permintaan energi di AS akan menyebabkan berkurangnya produksi batu bara di Amerika Serikat tahun ini dan 2024,” ujar Administrator EIA, Joe DeCarolis, Kamis (9/2).
Analisa JPMorgan Sekuritas pada akhir pekan lalu mencatat penurunan harga gas alam menciptakan tekanan terhadap harga batu bara berkalori tinggi.
Baca juga: Pertama Kali dalam Sejarah, Australia Tolak Tambang Batu Bara
Di sisi lain, batu bara kalori rendah yang banyak terdapat di Indonesia ikut terbebani lantaran pasokan yang relatif tinggi ditambah permintaan impor yang terbatas.
Sebagai catatan, produksi batu bara RI pada 2023 diperkirakan mencapai 695 juta ton, lebih tinggi 1% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari realisasi produksi 2022 sebanyak 687 juta ton.
Lihat Juga :