Zimbabwe Tak Berdaya, China Sikat Semua Tambang Lithium

Selasa, 30 Mei 2023 - 12:15 WIB
"Perusahaan akan membayar agregat USD35 juta melalui surat promes dan/atau uang tunai sebagai deposit jika memilih untuk melanjutkan akuisisi setelah selesainya uji tuntas, dan sebesar USD140 juta sebagai angsuran awal," ujar China Natural Resources dalam sebuah pernyataan resmi perusahaan.

Namun, China Natural Resources mengatakan, tidak ada kepastian bahwa transaksi akan ditutup berdasarkan ketentuan saat ini. Kesepakatan itu rencananya akan ditutup pada kuartal fiskal kedua tahun 2023.

Mulai Produksi Lithium

Sementara itu Yahua Group China akan memulai produksi lithium di Zimbabwe pada bulan September, Yahua Group China mengatakan, pada awal pekan kemarin, Senin (29/5/2023) bahwa fase pertama proyek tambang lithium di Zimbabwe akan mulai berproduksi pada bulan September.

Sedangkan untuk proyek tahap kedua akan mulai berproduksi Maret 2024. Dan seperti dilansir Reuters pada saat itu, penambang akan mengeksploitasi dan memproses sekitar 2,3 juta ton bijih lithium dan mencapai output konsentrat lithium lebih dari 350.000 ton.

Di tempat terpisah, Yuxiao Fund China mendapat penolakan dari Pemerintah Australia usai diblokir dari upaya meningkatkan investasinya di Northern Minerals dengan alasan kepentingan nasional.

Yuxiao Fund, yang merupakan kendaraan investasi warga negara China Yuxiao Wu, meminta persetujuan dari Dewan Peninjau Investasi Asing pada Agustus 2022 untuk meningkatkan kepemilikannya di Northern Minerals menjadi 19,9% dari 9,92%.

Ketua eksekutif Northern Minerals, Nick Curtis mengatakan kepada Reuters: "Ada kategori aset khusus bagi pemerintah mana pun untuk melindungi kepentingan nasionalnya."
(akr)
Halaman :
tulis komentar anda
Video Rekomendasi
Berita Terkait
Rekomendasi
Terpopuler
Berita Terkini More