Pertamina Jaga Produksi Migas dari Lapangan Tarakan
Minggu, 26 Juli 2020 - 11:00 WIB
Agung mengakui, kondisi saat ini memang tidak memungkinkan untuk bekerja secara normal seperti sebelumnya, yakni on-off 7-14 hari. Saat ini, waktu on-off adalah 30-30 hari. "Hal ini semata-mata karena ingin pekerja di Lapangan Sembakung ini aman, sehingga protokol Covid-19 yang harus kita taati," terang Agung.
(Baca Juga: Menjaga Keberlangsungan Industri Migas di Tengah Pandemi Covid-19)
Kegiatan MWT diisi dengan melaksanakan inspeksi ke beberapa lokasi pekerjaan seperti Rig-18 di Pad 1, Stasiun Pengumpul Minyak (SPM), Pad 10 (Sumur SBK-50) dan memastikan kelayakan peralatan dan insfrastruktur keselamatan kerja yang ada. "Kita maksimalkan kegiatan MWT untuk melihat kondisi dan kesehatan rekan-rekan di sini serta sharing bersama," ungkap Agung.
Dalam kesempatan tersebut, Agung menekankan bahwa laju produksi migas adalah hal penting, tetapi kesehatan dan keselamatan pekerja lebih utama. Karena itu, dia meminta penerapan aspek safety dan pola hidup sehat di Sembakung Area terus dibudayakan.
(Baca Juga: Menjaga Keberlangsungan Industri Migas di Tengah Pandemi Covid-19)
Kegiatan MWT diisi dengan melaksanakan inspeksi ke beberapa lokasi pekerjaan seperti Rig-18 di Pad 1, Stasiun Pengumpul Minyak (SPM), Pad 10 (Sumur SBK-50) dan memastikan kelayakan peralatan dan insfrastruktur keselamatan kerja yang ada. "Kita maksimalkan kegiatan MWT untuk melihat kondisi dan kesehatan rekan-rekan di sini serta sharing bersama," ungkap Agung.
Dalam kesempatan tersebut, Agung menekankan bahwa laju produksi migas adalah hal penting, tetapi kesehatan dan keselamatan pekerja lebih utama. Karena itu, dia meminta penerapan aspek safety dan pola hidup sehat di Sembakung Area terus dibudayakan.
(fai)
Lihat Juga :