PT Vale Optimistis Capai Target Produksi di Tengah Pandemi COVID-19
Rabu, 29 Juli 2020 - 18:00 WIB
"Keputusan perusahaan misal mengurangi produksi akan berpengaruh di lingkungan di mana kami beroperasi. Ada banyak desakan untuk menghentikan operasi, tapi banyak dampaknya, ke masyarakat dan pemerintah daerah karena berpengaruh ke penerimaan daerah dan fasilitas yang diterima masyarakat," katanya.
Selain itu, Anto juga menjelaskan bahwa harga nikel dua pekan belakangan ini memang terjadi kenaikan, walaupun belum signifikan. Karena faktanya, dari sisi demand dan supply nikel memang terjadi perlambatan.
Baca juga: PT Vale Serahkan 20.000 Alat Rapid Test ke GTPP COVID-19 Sulawesi Tenggara
Dari sisi demand, kata dia, stok stainly steel di China masih cukup tinggi dan tidak teserap sesuai yang diharapkan sehingga mengurangi proyeksi kebutuhan nikel di industri stainly steel.
Di industri lain yang juga membutuhkan nikel terjadi perlambatan serapan dan produksi dalam waktu beberapa bulan belakangan, sehingga tidak dipungkiri bahwa hal tersebut sebagai dampak dari terjadinya pandemi di berbagai negara sebagai produsen dan konsumen nikel itu sendiri.
"Kita sih mengharapkan dengan membaiknya kondisi di China dan industri di sana juga mulai menggeliat lagi, lambat laun demand itu mulai membaik tapi rata-rata seberapa cepat demand akan membaik itu belum kita ketahui," urainya.
Selain itu, Anto juga menjelaskan bahwa harga nikel dua pekan belakangan ini memang terjadi kenaikan, walaupun belum signifikan. Karena faktanya, dari sisi demand dan supply nikel memang terjadi perlambatan.
Baca juga: PT Vale Serahkan 20.000 Alat Rapid Test ke GTPP COVID-19 Sulawesi Tenggara
Dari sisi demand, kata dia, stok stainly steel di China masih cukup tinggi dan tidak teserap sesuai yang diharapkan sehingga mengurangi proyeksi kebutuhan nikel di industri stainly steel.
Di industri lain yang juga membutuhkan nikel terjadi perlambatan serapan dan produksi dalam waktu beberapa bulan belakangan, sehingga tidak dipungkiri bahwa hal tersebut sebagai dampak dari terjadinya pandemi di berbagai negara sebagai produsen dan konsumen nikel itu sendiri.
"Kita sih mengharapkan dengan membaiknya kondisi di China dan industri di sana juga mulai menggeliat lagi, lambat laun demand itu mulai membaik tapi rata-rata seberapa cepat demand akan membaik itu belum kita ketahui," urainya.