IMF: Kecerdasan Buatan Bakal Memukul 40% Pekerjaan dan Memperburuk Ketidaksetaraan
Senin, 15 Januari 2024 - 12:51 WIB
Baca Juga: 20 Pekerjaan Masa Depan Tidak Musnah oleh Robot AI, Ini Daftarnya
Dalam kasus berbeda, AI bisa mempunyai kemampuan untuk melakukan tugas-tugas utama yang saat ini dijalankan oleh manusia. Efeknya bisa menurunkan permintaan tenaga kerja, mempengaruhi upah dan bahkan menghapus beberapa jenis pekerjaan.
Sementara itu, IMF memproyeksikan, bahwa teknologi akan mempengaruhi hanya 26% pekerjaan di negara-negara berpenghasilan rendah.
"Banyak dari negara-negara ini tidak memiliki infrastruktur atau tenaga kerja terampil untuk memanfaatkan AI. Namun di sisi lain meningkatkan risiko bahwa seiring waktu teknologi dapat memperburuk ketidaksetaraan di antara negara-negara," ujar Georgieva.
Secara umum, pekerja dengan penghasilan tinggi dan berusia lebih muda mungkin melihat kenaikan upah yang tidak proporsional setelah mengadopsi AI. Sedangkan IMF meyakini, pekerja berpenghasilan rendah dan lebih tua bisa tertinggal.
Dalam kasus berbeda, AI bisa mempunyai kemampuan untuk melakukan tugas-tugas utama yang saat ini dijalankan oleh manusia. Efeknya bisa menurunkan permintaan tenaga kerja, mempengaruhi upah dan bahkan menghapus beberapa jenis pekerjaan.
Sementara itu, IMF memproyeksikan, bahwa teknologi akan mempengaruhi hanya 26% pekerjaan di negara-negara berpenghasilan rendah.
"Banyak dari negara-negara ini tidak memiliki infrastruktur atau tenaga kerja terampil untuk memanfaatkan AI. Namun di sisi lain meningkatkan risiko bahwa seiring waktu teknologi dapat memperburuk ketidaksetaraan di antara negara-negara," ujar Georgieva.
Secara umum, pekerja dengan penghasilan tinggi dan berusia lebih muda mungkin melihat kenaikan upah yang tidak proporsional setelah mengadopsi AI. Sedangkan IMF meyakini, pekerja berpenghasilan rendah dan lebih tua bisa tertinggal.
Lihat Juga :