Moskow: Menyadap Aset Rusia yang Dibekukan adalah Pemerasan Ekonomi

Minggu, 11 Februari 2024 - 08:46 WIB
"Penemuan skema penipuan terbuka (Uni Eropa) untuk penyitaan pendapatan dari aset Rusia ditentukan oleh kebutuhan untuk menciptakan ilusi legitimasi atas serangan terhadap properti kami dan dengan demikian menyamarkan apa yang sebenarnya merupakan pencurian langsung," tambah kementerian itu.

Pihak Rusia mengklaim, bahwa anggota Uni Eropa "jelas tidak ingin terus membayar 'proyek Ukraina' dari dompet mereka sendiri," karena itulah "mengapa mereka begitu tergoda oleh gagasan menghabiskan dana yang dicuri dari negara kita untuk mendukung rezim Zelensky."

Sebagai informasi pekan lalu, Uni Eropa menyetujui paket bantuan 50 miliar euro untuk Kiev selama empat tahun ke depan, meskipun keputusan itu dicapai hanya setelah Hongaria menarik vetonya di tengah tekanan dari Brussels.

Sementara itu paket bantuan AS senilai USD60 miliar untuk Ukraina telah terhenti di Kongres, karena Washington mendorong penyitaan aset Rusia untuk mendapatkan pendanaan alternatif.

Secara total, AS dan sekutunya telah membekukan aset dan cadangan Rusia senilai sekitar USD300 miliar sejak dimulainya konflik Ukraina pada 2022. Moskow telah mengutuk langkah-langkah penyitaan dan pemanfaatan aset yang dibekukan, serta memperingatkan tanggapan tit-for-tat dan tuntutan hukum.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!