Waduh, Sri Mulyani Akui Bakal Berat Pulihkan Ekonomi
Senin, 17 Agustus 2020 - 15:57 WIB
Dia melanjutkan, guna memulihkan ekonomi , Indonesia harus mampu menggenjot konsumsi dan investasi. Sebab, kedua sektor ini diketahui berkontribusi paling besar bagi pertumbuhan ekonomi. "Dua varibel itu, yakni investasi dan konsumsi harus dipulihkan karena kedua sektor ini menyumbang besar pertumbuhan ekonomi Indonesia sebanyak 90%," jelasnya.
Sri Mulyani juga menambahkan, pemerintah akan terus menggunakan instrumen kebijakan yang dimiliki secara maksimal, serta berkoordinasi terkait kebijakan fiskal moneter untuk bisa menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan dan pemulihan ekonomi. Selain itu, agar dapat tercipta stabilitas, terutama pada instrumen-instrumen penting seperti surat berharga negara, pasar saham, juga nilai tukar.
(Baca Juga: 75 Tahun Merdeka, Ekonom Titip 10 Masalah Ekonomi Ini)
"Burden sharing antara fiskal dan moneter yang selama ini sudah memberikan confidence dan cukup memberikan kontribusi terhadap sentimen positif di pasar surat berharga negara akan tetap kita jaga kredibilitasnya pada tahun depan dengan pemahaman bahwa situasi ini memang sangat eksepsional namun kita tetap hati-hati untuk membangun fundamental dan kembali kepada track pertumbuhan ekonomi yang sehat," tandasnya.
Sri Mulyani juga menambahkan, pemerintah akan terus menggunakan instrumen kebijakan yang dimiliki secara maksimal, serta berkoordinasi terkait kebijakan fiskal moneter untuk bisa menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan dan pemulihan ekonomi. Selain itu, agar dapat tercipta stabilitas, terutama pada instrumen-instrumen penting seperti surat berharga negara, pasar saham, juga nilai tukar.
(Baca Juga: 75 Tahun Merdeka, Ekonom Titip 10 Masalah Ekonomi Ini)
"Burden sharing antara fiskal dan moneter yang selama ini sudah memberikan confidence dan cukup memberikan kontribusi terhadap sentimen positif di pasar surat berharga negara akan tetap kita jaga kredibilitasnya pada tahun depan dengan pemahaman bahwa situasi ini memang sangat eksepsional namun kita tetap hati-hati untuk membangun fundamental dan kembali kepada track pertumbuhan ekonomi yang sehat," tandasnya.
(fai)
Lihat Juga :