75 Tahun Merdeka, Ekonom Titip 10 Masalah Ekonomi Ini

Senin, 17 Agustus 2020 - 07:58 WIB
loading...
75 Tahun Merdeka, Ekonom...
Meski telah 75 tahun merdeka, harus diakui masih banyak pekerjaan rumah, serta beragam tantangan yang harus diselesaikan untuk menuju Indonesia maju. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Indonesia hari ini merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke-75 . Namun, meski telah 75 tahun merdeka, harus diakui masih banyak pekerjaan rumah, serta beragam tantangan yang harus diselesaikan untuk menuju Indonesia maju .

Salah satu tantangan terberat yang dihadapi bangsa ini terletak di sektor ekonomi . Secara khusus, sejumlah ekonom merangkum tantangan serta pekerjaan rumah di bidang ekonomi yang perlu diatasi negara ini.

Berikut wawancara SINDOnews dengan beberapa ekonom mengenai permasalahan yang perlu dituntaskan pemerintah di bidang ekonomi:

1. Kemiskinan
Kemiskinan menjadi masalah yang terus muncul dan belum bisa diselesaikan. Padahal, Indonesia ditargetkan bakal menjadi negara maju pada tahun 2045. Artinya, Indonesia harus segera mengurangi tingkat kemiskinan yang saat ini masih tinggi.

Namun, Indonesia dinilai memiliki modal dan potensi yang lebih dari cukup untuk mengatasi masalah ini. "Indonesia adalah negara besar dengan potensi ekonomi yang berlimpah. Untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara lima besar dunia dibutuhkan sinergi semua pihak," tegas Ekonom Piter Abdullah.

(Baca Juga: Jokowi: Ekonomi RI Memang Anjlok, Tapi Tidak Separah Negara Tetangga)

2. Pengangguran
Pandemi corona (Covid-19) diperkirakan menyebabkan penurunan angka pengangguran Indonesia dalam 10 tahun terakhir berbalik arah. Ekonom Institute for Development on Economic and Finance (Indef) Ahmad Heri Firdaus mengatakan, program kartu prakerja belum bisa mengurangi pengangguran yang diperkirakan terus melonjak. Pemerintah, saran dia, mengoptimalkan pemberian stimulus untuk dunia usaha guna mendongkrak investasi.

"Investasi kan related ke penyerapan tenaga kerja, kalau misalnya enggak ada investasi ya enggak ada pembukaan lowongan pekerjaan. Jadi pemerintah sekarang ya bagaimana strateginya mengundang investor seluas-luasnya, terutama (untuk investasi) yang padat karya," katanya.

3. Daya beli stagnan
Daya beli menjadi kunci utama dalam membangun fondasi ekonomi Indonesia. Daya beli juga yang diyakini bisa membuat pertumbuhan ekonomi bergerak pada kuartal ketiga. Ekonom Indef Eko Listiyanto mengakui, tren inflasi saat ini terbilang sangat rendah karena daya beli masih lemah, belum mampu mendorong gelait ekonomi.

"Karena itu, berhenti saling menyalahkan. Nyalakan kembali semangat proklamasi, bersama-bersama membangun negeri. Tujuan kita semua sama, perbedaan jangan jadi hambatan. Tidak Ada program ekonomi dari pemerintah yang sempurna. Siapapun presidennya, tugas kita semua anak bangsa untuk menyempurnakannya," tandasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
S&P Pertahankan Rating...
S&P Pertahankan Rating Indonesia, Kepercayaan Global Dinilai Masih Kuat
Orang Super Kaya Indonesia...
Orang Super Kaya Indonesia Diramal Melonjak Tercepat di Dunia, tapi Kelas Menengah Menyusut
Sektor Industri Bermasalah,...
Sektor Industri Bermasalah, RI Rawan Disalip Vietnam Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi
Mengapa Sensus Ekonomi...
Mengapa Sensus Ekonomi Masih Dilakukan dari Pintu ke Pintu?
Gelombang PHK Ancam...
Gelombang PHK Ancam Industri Strategis, Regulasi yang Menggerus Daya Saing Harus Ditinjau Ulang
Inflasi Juni 2026 Capai...
Inflasi Juni 2026 Capai 3,34%, Harga BBM dan Tiket Pesawat Jadi Pendorong
Prabowo Panggil Luhut...
Prabowo Panggil Luhut hingga Chatib Basri di Hambalang, Bahas Apa?
Mega Korupsi Penegak...
Mega Korupsi Penegak Hukum Merusak Ekonomi Negara
FSP BUMN Bersatu Sebut...
FSP BUMN Bersatu Sebut Gelombang PHK Cerminkan Persoalan Struktural Ekonomi Nasional
Rekomendasi
Jadwal Timnas Indonesia...
Jadwal Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Misi Garuda Akhiri Penantian Gelar Perdana
Nonton Microdrama China...
Nonton Microdrama China 'Rising Before Fate' di V+Short, Simak Sinopsisnya
KPK Panggil Bupati Penajam...
KPK Panggil Bupati Penajam Paser Utara terkait Kasus Gratifikasi di Kukar
Berita Terkini
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Naik 1,74% ke Level 6.340
Bahlil Ramal 10 Tahun...
Bahlil Ramal 10 Tahun Lagi Kendaraan Listrik Bakal Digantikan Hidrogen
Purbaya Siap Terbitkan...
Purbaya Siap Terbitkan Panda Bond 23 Juli 2026, Bidik Dana dari China Rp18 Triliun
Penetapan Pemasok Batu...
Penetapan Pemasok Batu Bara PLTU Jadi Kewenangan Penuh Ditjen Minerba
APBN Semester I 2026...
APBN Semester I 2026 Defisit Rp196,5 Triliun, Purbaya: Kinerja Fiskal Tetap Kuat
Bahlil Siap Atur Mekanisme...
Bahlil Siap Atur Mekanisme Izin Tambang Ormas Agama Pascaputusan MK
Infografis
Profil 10 Pahlawan Nasional...
Profil 10 Pahlawan Nasional Tahun 2025 dan Jasanya bagi Negara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved