Barat Ngotot Sita Aset Rusia Rp4.789 Triliun Bikin IMF Waswas
Sabtu, 18 Mei 2024 - 05:53 WIB
"Penting bagi IMF bahwa setiap tindakan yang diambil harus mempunyai dasar hukum yang kuat dan tidak merusak fungsi sistem moneter internasional," kata juru bicara IMF Julie Kozack pada konferensi pers pada hari Kamis, kemarin ketika ditanya oleh RIA Novosti tentang rencana Barat untuk aset Rusia yang dibekukan.
Baca Juga: Aset Rusia Jadi Incaran, Kini Jerman Sita Rp12 Triliun dari Lembaga Keuangan Rusia
Menilai prospek untuk mencapai kesepakatan tentang dana Rusia di tingkat G7 sehubungan dengan pertemuan tingkat menteri yang akan datang di Italia, Kozack menekankan bahwa setiap keputusan harus dibuat di pengadilan dan sesuai yurisdiksi.
IMF telah berulang kali memperingatkan bahwa rencana Barat untuk menyita aset Rusia yang dibekukan dapat menimbulkan risiko yang tidak terduga.
Dorongan untuk merebut uang Kremlik, yang dipimpin oleh AS, telah menyebabkan keretakan di antara elit politik G7 dan Uni Eropa. AS, yang hanya memegang USD6 miliar dari aset Rusia USD300 miliar yang dibekukan, telah lama mendorong sekutunya untuk melakukan penyitaan secara langsung.
Baca Juga: Aset Rusia Jadi Incaran, Kini Jerman Sita Rp12 Triliun dari Lembaga Keuangan Rusia
Menilai prospek untuk mencapai kesepakatan tentang dana Rusia di tingkat G7 sehubungan dengan pertemuan tingkat menteri yang akan datang di Italia, Kozack menekankan bahwa setiap keputusan harus dibuat di pengadilan dan sesuai yurisdiksi.
IMF telah berulang kali memperingatkan bahwa rencana Barat untuk menyita aset Rusia yang dibekukan dapat menimbulkan risiko yang tidak terduga.
Dorongan untuk merebut uang Kremlik, yang dipimpin oleh AS, telah menyebabkan keretakan di antara elit politik G7 dan Uni Eropa. AS, yang hanya memegang USD6 miliar dari aset Rusia USD300 miliar yang dibekukan, telah lama mendorong sekutunya untuk melakukan penyitaan secara langsung.
Lihat Juga :