Presiden Iran Dilaporkan Tewas, Ini Dampaknya bagi Ekonomi Dunia
Senin, 20 Mei 2024 - 13:27 WIB
Pada awal pekan ini, harga minyak di perdagangan Asia mengalami kenaikan di tengah ketidakpastian nasib Presiden Iran Ebrahim Raisi. Sebagaimana diketahui, Iran juga dikenal sebagai salah satu negara penghasil minyak. Mengutip EconomicTimes, minyak mentah berjangka Brent naik 26 sen atau 0,3 persen menjadi USD84,24 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate AS (WTI AS) naik 15 sen atau 0,2 persen menjadi USD80,21 per barel.
Baca Juga: Presiden Iran Ebrahim Raisi dan Rombongan Dilaporkan Tewas dalam Kecelakaan Helikopter Jatuh
Setelah menguat sepanjang pekan, kenaikan harga minyak dunia di awal pekan ini dipicu informasi tentang kecelakaan helikopter yang menewaskan Presiden Iran Ebrahim Raisi. Sebelum ini, Brent dan WTI AS naik karena membaiknya indikator ekonomi Amerika Serikat dan China yang menjadi konsumen minyak terbesar di dunia.
2. Kondisi Ekonomi
Ebrahim Raisi naik sebagai Presiden Iran pada 2021. Pengaruh kepemimpinannya terhadap kebijakan dalam negeri selama masa kepresidenan telah dirasakan secara lebih mendalam. Namun, selama pemerintahannya, Iran mengalami kemerosotan ekonomi yang parah. Mengutip NewYorkTimes, kondisi ini tak bisa dilepaskan dari faktor sanksi internasional dan tingginya angka pengangguran.
Baca Juga: Presiden Iran Ebrahim Raisi dan Rombongan Dilaporkan Tewas dalam Kecelakaan Helikopter Jatuh
Setelah menguat sepanjang pekan, kenaikan harga minyak dunia di awal pekan ini dipicu informasi tentang kecelakaan helikopter yang menewaskan Presiden Iran Ebrahim Raisi. Sebelum ini, Brent dan WTI AS naik karena membaiknya indikator ekonomi Amerika Serikat dan China yang menjadi konsumen minyak terbesar di dunia.
2. Kondisi Ekonomi
Ebrahim Raisi naik sebagai Presiden Iran pada 2021. Pengaruh kepemimpinannya terhadap kebijakan dalam negeri selama masa kepresidenan telah dirasakan secara lebih mendalam. Namun, selama pemerintahannya, Iran mengalami kemerosotan ekonomi yang parah. Mengutip NewYorkTimes, kondisi ini tak bisa dilepaskan dari faktor sanksi internasional dan tingginya angka pengangguran.
Lihat Juga :