Rupiah Sudah Sentuh Rp16.312 per Dolar AS, Apa Biang Keroknya?
Kamis, 19 Desember 2024 - 17:30 WIB
Insentif yang diberikan untuk industri padat karya juga diperkirakan belum cukup untuk meredam dampak kenaikan PPN tersebut. Pasalnya, sudah terlalu banyak sektor industri yang terpuruk, seperti industri tekstil dan industri alas kaki.
“Meskipun pemerintah memberikan insentif khusus untuk industri padat karya, daya beli masyarakat yang masih lemah membuat pemberian insentif tersebut menjadi tidak banyak berdampak. Jika kondisi tersebut tidak ditangani secara hati-hati, maka kenaikan PPN tersebut bisa saja meningkatkan potensi pegawai terkena PHK,” ungkap Ibrahim.
Tidak hanya insentif, diperlukan juga kebijakan yang dapat melindungi produk-produk dalam negeri agar permintaannya tidak semakin menurun. Berdasarkan kajian pihaknya, barang-barang impor dari China banyak yang dibanderol separuh atau bahkan kurang dari separuh harga produk dalam negeri.
“Oleh karena itu, saya menghimbau agar pemerintah untuk memperketat kontrol terhadap produk-produk impor baik yang legal maupun ilegal terutama dari Tiongkok, agar produk dalam negeri masih dapat bersaing,” pungkasnya.
Baca Juga: Rupiah Hari Ini Masih Terkapar Rp16.001/USD usai Diterpa Kenaikan PPN Jadi 12%
Berdasarkan data di atas, mata uang rupiah untuk besok diprediksi bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah pada rentang Rp16.300 - Rp16.370 per dolar AS.
“Meskipun pemerintah memberikan insentif khusus untuk industri padat karya, daya beli masyarakat yang masih lemah membuat pemberian insentif tersebut menjadi tidak banyak berdampak. Jika kondisi tersebut tidak ditangani secara hati-hati, maka kenaikan PPN tersebut bisa saja meningkatkan potensi pegawai terkena PHK,” ungkap Ibrahim.
Tidak hanya insentif, diperlukan juga kebijakan yang dapat melindungi produk-produk dalam negeri agar permintaannya tidak semakin menurun. Berdasarkan kajian pihaknya, barang-barang impor dari China banyak yang dibanderol separuh atau bahkan kurang dari separuh harga produk dalam negeri.
“Oleh karena itu, saya menghimbau agar pemerintah untuk memperketat kontrol terhadap produk-produk impor baik yang legal maupun ilegal terutama dari Tiongkok, agar produk dalam negeri masih dapat bersaing,” pungkasnya.
Baca Juga: Rupiah Hari Ini Masih Terkapar Rp16.001/USD usai Diterpa Kenaikan PPN Jadi 12%
Berdasarkan data di atas, mata uang rupiah untuk besok diprediksi bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah pada rentang Rp16.300 - Rp16.370 per dolar AS.
(akr)
Lihat Juga :