Diserbu Daging Impor, Industri China Minta Pemerintah Lakukan Pengamanan
Sabtu, 28 Desember 2024 - 10:04 WIB
Menurut statistik dari Administrasi Umum Bea Cukai, pada paruh pertama tahun 2024, sumber impor produk daging sapi terbesar China, dalam hal kuantitas, adalah Brasil, Argentina, Uruguay, Australia, Selandia Baru, dan AS. Industri dalam negeri China mengklaim produksi dan operasi industri daging sapi menghadapi kesulitan serius. Pada bulan November, harga rata-rata nasional daging sapi adalah 60,04 yuan (USD8,23) per kilogram, turun 14,79% dari tahun ke tahun dan merupakan level terendah sejak September 2019.
"Industri peternakan China sangat meminta otoritas untuk mengambil langkah-langkah pengendalian terhadap daging sapi impor guna melindungi mata pencaharian petani dalam negeri dan keselamatan industri, karena impor daging sapi yang berlebihan telah menyebabkan kerusakan besar pada industri dalam negeri," ungkap China Animal Agriculture Association (CAAA) seperti dilansir Global Times, Sabtu (28/12/2024).
Peneliti dari Institut Pengembangan Pedesaan, Akademi Ilmu Sosial China Li Guoxiang menilai bahwa penyelidikan yang dilakukan oleh MOFCOM atas permintaan industri dalam negeri sejalan dengan aturan perdagangan multilateral internasional.
MOFCOM menyebutkan, jumlah impor produk yang diajukan untuk penyelidikan - daging hewan sapi - meningkat tajam antara tahun 2019 dan paruh pertama tahun 2024. Impor pada tahun 2023 tercatat 64,93% lebih tinggi daripada tahun 2019, dan impor pada paruh pertama tahun 2024 bahkan 106,28% lebih tinggi daripada pada paruh pertama tahun 2019.
Baca Juga: Indonesia Negara Kedua Paling Rentan Digulung Tsunami dan Gempa Bumi
"Industri peternakan China sangat meminta otoritas untuk mengambil langkah-langkah pengendalian terhadap daging sapi impor guna melindungi mata pencaharian petani dalam negeri dan keselamatan industri, karena impor daging sapi yang berlebihan telah menyebabkan kerusakan besar pada industri dalam negeri," ungkap China Animal Agriculture Association (CAAA) seperti dilansir Global Times, Sabtu (28/12/2024).
Peneliti dari Institut Pengembangan Pedesaan, Akademi Ilmu Sosial China Li Guoxiang menilai bahwa penyelidikan yang dilakukan oleh MOFCOM atas permintaan industri dalam negeri sejalan dengan aturan perdagangan multilateral internasional.
MOFCOM menyebutkan, jumlah impor produk yang diajukan untuk penyelidikan - daging hewan sapi - meningkat tajam antara tahun 2019 dan paruh pertama tahun 2024. Impor pada tahun 2023 tercatat 64,93% lebih tinggi daripada tahun 2019, dan impor pada paruh pertama tahun 2024 bahkan 106,28% lebih tinggi daripada pada paruh pertama tahun 2019.
Baca Juga: Indonesia Negara Kedua Paling Rentan Digulung Tsunami dan Gempa Bumi
Lihat Juga :