Perang Dagang China dan AS Makin Panas, Beijing Terapkan Tarif 15%

Rabu, 05 Maret 2025 - 10:37 WIB
China balik menampar Amerika Serikat (AS) dengan tarif 15% sebagai respons atas kenaikan tarif Trump terbaru terhadap barang-barang China. Foto/Dok
JAKARTA - China balik menampar Amerika Serikat (AS) dengan tarif 15% terhadap berbagai komoditas makanan yang diimpor dari AS dan memperluas pengawasan terkait kerja sama bisnis dengan perusahaan Amerika. Respons atas kenaikan tarif terbaru Washington terhadap barang-barang China, membuat tensi perang dagang kedua negara semakin panas.

Kementerian Perdagangan China mengumumkan pungutan 15% untuk impor ayam, gandum, jagung dan kapas dari AS, serta tarif 10% pada sorgum Amerika, kedelai, babi, daging sapi, produk akuatik, buah-buahan, sayuran, hingga produk susu. Langkah-langkah tersebut mulai berlaku pada 10 Maret 2025, menurut pernyataan resmi kementerian.



Baca Juga: Trump Tak Pandang Bulu, Tarif Impor 25% Bakal Hantam Semua Produk Uni Eropa

Pada saat yang sama, pemerintah China menempatkan 15 perusahaan AS di bawah pembatasan ekspor dan investasi, dengan alasan masalah keamanan nasional. Beijing juga mulai melakukan tindakan hukum terhadap Washington, dengan melaporkannya kepada Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

China mengklaim bahwa tarif sepihak AS melanggar aturan organisasi dan merusak fondasi kerja sama ekonomi dan perdagangan. Seperti diketahui pada awal pekan ini, AS menggandakan tarif pada semua impor China dari 10% menjadi 20%.

Presiden Donald Trump beralasan, tarif tersebut sebagai respon AS atas dugaan peran negara itu dalam produksi fentanyl, opioid sintetis yang mematikan. Tak hanya China, dalam upaya menekan peredaran obat terlarang, Trump juga menjatuhkan tarif tinggi kepada Meksiko.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!