Perang Dagang China dan AS Makin Panas, Beijing Terapkan Tarif 15%

Rabu, 05 Maret 2025 - 10:37 WIB
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian menyebut masalah fentanil menurutnya hanya sebagai "alasan" untuk menaikkan tarif AS pada impor China.

"Seharusnya AS sendiri yang bertanggung jawab atas krisis fentanil, bukan orang lain. Dalam semangat kemanusiaan dan niat baik terhadap rakyat Amerika, kami telah mengambil langkah-langkah kuat untuk membantu AS dalam menangani masalah ini... Alih-alih mengakui upaya kami, AS telah berusaha mencoreng dan mengalihkan kesalahan kepada China, serta terus menekan dan memeras China dengan kenaikan tarif," kata juru bicara itu.

Baca Juga: AS Kembali Tabuh Genderang Perang ke China, Tak Segan Beri Hukuman Ini

Kebijakan Washington dan respons Beijing dipandang oleh para ekonom sebagai babak baru dalam perang dagang skala besar antara dua ekonomi terbesar dunia, yang diprakarsai oleh Presiden AS Donald Trump seperti selama masa jabatan presiden pertamanya.

Bea kumulatif 20% yang diperkenalkan tahun ini datang di atas tarif hingga 25% yang dikenakan oleh pemerintahannya pada impor AS dari China senilai sekitar USD370 miliar pada periode 2018 dan 2019.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!