Indonesia Siapkan Proposal Dagang untuk AS, Tawarkan Peningkatan Impor
Senin, 07 April 2025 - 20:26 WIB
Dari sisi kebijakan, pemerintah sedang mengkaji kemungkinan penyesuaian terhadap beberapa ketentuan fiskal. “Import tarif kita terhadap produk dari Amerika relatif rendah, bahkan untuk wheat dan soybean sudah nol persen. Tapi kita juga akan lihat PPh dan PPN impor,” jelasnya.
Adapun pemerintah sedang mempertimbangkan untuk melihat atau mengevaluasi kebijakan Pajak Penghasilan (PPh) dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang dikenakan atas barang-barang impor. Tujuannya bisa jadi untuk mengendalikan impor agar tidak terlalu tinggi atau sebaliknya, untuk mendorong sektor tertentu.
Baca Juga: 20 Negara Penyumbang Terbesar Defisit Perdagangan AS Tahun 2024, Indonesia Urutan Berapa?
Kemudian untuk meningkatkan jumlah volume beli, menurut Menko Airlangga untuk meningkatkan volume pembelian—kemungkinan besar ekspor atau konsumsi dalam negeri terhadap produk lokal. Bisa juga diartikan bahwa pemerintah ingin memperbesar skala pembelian dari luar negeri namun dengan selektif, agar mendukung industri dalam negeri.
Dengan demikian, pemerintah sedang mencari cara untuk mengurangi defisit perdagangan dengan mengevaluasi pajak impor dan meningkatkan efisiensi pembelian atau perdagangan, supaya ekspor-impor Indonesia lebih seimbang.
Adapun pemerintah sedang mempertimbangkan untuk melihat atau mengevaluasi kebijakan Pajak Penghasilan (PPh) dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang dikenakan atas barang-barang impor. Tujuannya bisa jadi untuk mengendalikan impor agar tidak terlalu tinggi atau sebaliknya, untuk mendorong sektor tertentu.
Baca Juga: 20 Negara Penyumbang Terbesar Defisit Perdagangan AS Tahun 2024, Indonesia Urutan Berapa?
Kemudian untuk meningkatkan jumlah volume beli, menurut Menko Airlangga untuk meningkatkan volume pembelian—kemungkinan besar ekspor atau konsumsi dalam negeri terhadap produk lokal. Bisa juga diartikan bahwa pemerintah ingin memperbesar skala pembelian dari luar negeri namun dengan selektif, agar mendukung industri dalam negeri.
Dengan demikian, pemerintah sedang mencari cara untuk mengurangi defisit perdagangan dengan mengevaluasi pajak impor dan meningkatkan efisiensi pembelian atau perdagangan, supaya ekspor-impor Indonesia lebih seimbang.
(akr)
Lihat Juga :