Miliarder Ray Dalio Sebut Sudah Terlambat untuk Selamat dari Efek Merusak Tarif Trump

Minggu, 04 Mei 2025 - 10:14 WIB
Meskipun tidak mungkin terjadi dalam semalam, pelaku pasar dan akademisi sedang mempertimbangkan masa depan di mana dolar AS tidak lagi menjadi mata uang cadangan global. Menurut Dalio, berasumsi bahwa mereka dapat terus meminjam ke AS dan dibayar kembali dalam dolar "keras", yang berarti mata uang yang tidak didevaluasi.

"Ada peningkatan risiko bahwa Amerika Serikat ... akan semakin dilewati oleh dunia. Negara-negara yang akan beradaptasi dengan pemisahan ini dari Amerika Serikat dan menciptakan sinapsis baru yang tumbuh di sekitarnya," tulisnya.

Baca Juga: Ray Dalio Warning Lonjakan Utang AS, Ingatkan Soal Negara Bisa Bangkrut

Dalio bukan satu-satunya miliarder yang membunyikan alarm atas kebijakan Trump. Jamie Dimon, CEO of JPMorgan Chase; Stanley Druckenmiller, pendiri Duquesne Family Office; investor Bill Ackman dan banyak lagi lainnya, semuanya secara terbuka khawatir bahwa perang dagang yang dipicu presiden dapat merugikan ekonomi Amerika.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!