Wanita Ini Tolak Rp16 Triliun dari Meta, Kok Bisa?

Rabu, 06 Agustus 2025 - 20:12 WIB
Baca Juga: Rusia Keluar dari Perjanjian Rudal Nuklir dengan AS, Warning Keras untuk NATO

Komitmen Murati dalam mempertahankan independensi mendapat dukungan penuh dari timnya. Peneliti Thinking Machines Lab disebut lebih memilih membentuk masa depan teknologi dari bawah ke atas, bukan dari korporasi yang telah memiliki agenda tersendiri.

Langkah berani Murati ini juga menegaskan pergeseran orientasi sejumlah pelaku teknologi, yang mulai menempatkan nilai, visi, dan kontrol jangka panjang di atas iming-iming finansial dari perusahaan besar.

Sebelumnya, CEO OpenAI Sam Altman juga mengungkap bahwa Meta sempat menawarkan bonus besar hingga 100 juta dolar AS kepada sejumlah talenta di timnya. Namun, menurut Altman, hingga kini belum ada satu pun dari staf terbaiknya yang menerima tawaran tersebut.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!