Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital

Senin, 08 Juni 2026 - 22:14 WIB
Indonesia saat ini tengah mendorong pertumbuhan sektor ekonomi digital yang nilainya diperkirakan terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang. Untuk mendukung target tersebut, dibutuhkan talenta digital dalam jumlah besar yang memiliki kemampuan teknologi, kreativitas, dan adaptasi terhadap perubahan.

Karena itu, Anika mendorong agar implementasi PP TUNAS tidak hanya berorientasi pada pembatasan akses, tetapi juga memasukkan agenda pengembangan kapasitas digital secara sistematis. Literasi digital perlu diperkuat sejak dini melalui pendidikan formal, sementara orang tua perlu didukung melalui program pendampingan dan edukasi penggunaan teknologi yang aman.

Selain itu, pemerintah, institusi pendidikan, platform teknologi, dan sektor industri perlu membangun kolaborasi untuk menciptakan ruang digital yang aman sekaligus produktif bagi anak dan remaja. Program pelatihan daring, mentoring digital, kompetisi inovasi, dan pengembangan kewirausahaan digital dapat menjadi bagian dari strategi tersebut. Baca juga: Percepatan Implementasi 5G Jadi Kunci Daya Saing Ekonomi Digital

“Tujuan akhirnya bukan hanya menciptakan anak yang aman di ruang digital, tetapi juga generasi yang produktif, inovatif, dan siap menjadi penggerak ekonomi Indonesia di masa depan,” lanjutnya.

Ia menegaskan keberhasilan PP TUNAS akan ditentukan oleh kemampuannya menyeimbangkan dua kepentingan sekaligus, yaitu perlindungan anak dan pembangunan kapasitas ekonomi generasi muda. “Regulasi yang baik bukan hanya melindungi generasi muda dari risiko, tetapi juga memastikan mereka memiliki kesempatan untuk berkembang, berinovasi, dan berkontribusi pada masa depan ekonomi Indonesia,” tandasnya.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!