AKPY, BPDP dan Ditjenbun Sinergi Gelar Pelatihan Teknis 90 Pekebun Sawit

Selasa, 30 Juni 2026 - 13:48 WIB
Menurut Idum, tantangan industri sawit ke depan tidak hanya membutuhkan kebun yang produktif, tetapi juga pekebun yang mampu mengelola usaha secara modern, efisien, dan berkelanjutan. Ia menilai investasi terbaik bagi petani bukan hanya pada pupuk atau peralatan, melainkan peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan dan pelatihan.

“Ilmu yang diperoleh selama pelatihan akan terus memberikan manfaat bagi kebun maupun keluarga petani di masa mendatang,” katanya.

Baca Juga: RPN dan BPDP Latih Keterampilan Panen Sawit Rakyat di Sumsel

Idum menambahkan, pekebun sawit masa depan dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, memahami pencatatan usaha tani, serta menerapkan prinsip keberlanjutan dalam setiap tahapan budidaya. Menurut dia, peningkatan kualitas SDM akan berbanding lurus dengan peningkatan produktivitas dan kesejahteraan pekebun.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan Suparmi mengatakan keberhasilan investasi SDM dapat diukur dari peningkatan produktivitas kebun rakyat. Ia menyebut Kalimantan Selatan saat ini memiliki luas perkebunan sawit lebih dari 509 ribu hektare dengan produksi sekitar 6,3 juta ton.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!