UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
Selasa, 14 Juli 2026 - 21:27 WIB
Padahal dalam kondisi normal di bulan-bulan seperti ini, tangki penampungan wajib terisi minimal dua pertiga (sekitar 66%) agar masyarakat tidak membeku saat musim dingin tiba.
Walau Eropa mencoba menambah pasokan dengan beralih ke Aljazair, Nigeria, serta menaikkan impor dari Amerika Serikat hingga mendominasi dua pertiga pasar, kecepatan pasokan tersebut belum mampu menandingi murah dan cepatnya rute tangki gas Rusia.
Aktivis Urgewald, Sebastian Rötters mengecam keras standar ganda para pemimpin Eropa yang dianggap ikut mendanai agresi militer yang menghancurkan fasilitas sipil di Ukraina.
"Rusia menargetkan infrastruktur energi Ukraina dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya, sementara Eropa terus mengimpor lebih dari 55.000 ton LNG dari Yamal setiap harinya," kritik Rötters tajam.
Apakah sanksi ekonomi dunia terhadap negara besar seperti Rusia murni hanya gertakan politik yang mustahil terwujud akibat ketergantungan energi?.
Walau Eropa mencoba menambah pasokan dengan beralih ke Aljazair, Nigeria, serta menaikkan impor dari Amerika Serikat hingga mendominasi dua pertiga pasar, kecepatan pasokan tersebut belum mampu menandingi murah dan cepatnya rute tangki gas Rusia.
Aktivis Urgewald, Sebastian Rötters mengecam keras standar ganda para pemimpin Eropa yang dianggap ikut mendanai agresi militer yang menghancurkan fasilitas sipil di Ukraina.
"Rusia menargetkan infrastruktur energi Ukraina dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya, sementara Eropa terus mengimpor lebih dari 55.000 ton LNG dari Yamal setiap harinya," kritik Rötters tajam.
Apakah sanksi ekonomi dunia terhadap negara besar seperti Rusia murni hanya gertakan politik yang mustahil terwujud akibat ketergantungan energi?.
(akr)
Lihat Juga :