UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
Selasa, 14 Juli 2026 - 21:27 WIB
Hal ini membuat negara-negara Eropa berlomba-lomba menimbun pasokan sebelum keran resmi disegel. Namun upaya Eropa untuk lepas dari ketergantungan gas Rusia justru hancur berantakan akibat situasi darurat global.
Perang Amerika Serikat (AS) bersama Israel versus Iran menambah beban berat sektor energi buat benua biru. Alasannya efek perang tersebut memaksa Iran memblokir total jalur perdagangan krusial di Selat Hormuz.
Akibatnya pasokan gas dari Qatar -yang menyumbang 7 persen dari total kebutuhan gas Eropa- mendadak putus total. Eropa yang terancam membeku tanpa energi terpaksa memutar haluan kapal-kapal logistik mereka kembali ke pelukan Rusia.
Baca Juga: Rusia Tebar Diskon Gas ke China Sampai 2029, Lebih Murah dari Eropa
Perang Amerika Serikat (AS) bersama Israel versus Iran menambah beban berat sektor energi buat benua biru. Alasannya efek perang tersebut memaksa Iran memblokir total jalur perdagangan krusial di Selat Hormuz.
Akibatnya pasokan gas dari Qatar -yang menyumbang 7 persen dari total kebutuhan gas Eropa- mendadak putus total. Eropa yang terancam membeku tanpa energi terpaksa memutar haluan kapal-kapal logistik mereka kembali ke pelukan Rusia.
Krisis Musim Dingin Mengintai: Tangki Eropa Baru Terisi Setengah
Situasi saat ini kian kritis mendekati paruh kedua tahun ini. Di tengah ketidakpastian logistik global, cadangan gas di fasilitas penyimpanan bawah tanah Uni Eropa dilaporkan baru terisi 50%.Baca Juga: Rusia Tebar Diskon Gas ke China Sampai 2029, Lebih Murah dari Eropa
Lihat Juga :