AS-Iran Saling Gempur, Harga Minyak Dunia Melonjak Tembus USD88 per Barel
Minggu, 19 Juli 2026 - 08:13 WIB
Media pemerintah Iran melaporkan serangan AS turut menyasar enam jembatan utama, wilayah Bushehr yang menjadi lokasi satu-satunya pembangkit listrik tenaga nuklir Iran, Provinsi Lorestan, serta kembali menyerang kapal tanker kosong yang bersandar di Pulau Kharg setelah sebelumnya menjadi sasaran beberapa hari lalu.
Ketegangan geopolitik tersebut langsung mendorong kenaikan harga minyak dunia. Minyak mentah Brent melonjak sekitar 4,6% dan ditutup di kisaran USD88 per barel, sekaligus mencatat kenaikan mingguan terbesar sejak April. Penguatan harga juga dipicu laporan Axios yang menyebut pemerintahan Presiden Donald Trump mengirim tambahan pesawat pengisian bahan bakar ke Israel sebagai sinyal kemungkinan perluasan operasi militer AS.
Iran kemudian membalas dengan melancarkan serangan ke sejumlah pangkalan militer AS di Kuwait, Yordania, Bahrain, Qatar, Oman, hingga Arab Saudi. Media Iran juga melaporkan peluncuran rudal balistik ke pangkalan militer AS di Arab Saudi, sementara serangan di Yordania menyebabkan sejumlah personel militer AS mengalami luka-luka.
Di Kuwait, pemerintah melaporkan fasilitas desalinasi air dan pembangkit listrik mengalami kerusakan akibat serangan sehingga mengganggu sejumlah unit pembangkit. Sementara itu, Iran tetap mempertahankan kebijakan yang mewajibkan kapal memperoleh izin sebelum melintasi Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dunia.
Baca Juga: Jalur Ini Lebih Berbahaya jika Ditutup Iran, Harga Minyak Bisa Tembus USD200 per Barel
Ketegangan geopolitik tersebut langsung mendorong kenaikan harga minyak dunia. Minyak mentah Brent melonjak sekitar 4,6% dan ditutup di kisaran USD88 per barel, sekaligus mencatat kenaikan mingguan terbesar sejak April. Penguatan harga juga dipicu laporan Axios yang menyebut pemerintahan Presiden Donald Trump mengirim tambahan pesawat pengisian bahan bakar ke Israel sebagai sinyal kemungkinan perluasan operasi militer AS.
Iran kemudian membalas dengan melancarkan serangan ke sejumlah pangkalan militer AS di Kuwait, Yordania, Bahrain, Qatar, Oman, hingga Arab Saudi. Media Iran juga melaporkan peluncuran rudal balistik ke pangkalan militer AS di Arab Saudi, sementara serangan di Yordania menyebabkan sejumlah personel militer AS mengalami luka-luka.
Di Kuwait, pemerintah melaporkan fasilitas desalinasi air dan pembangkit listrik mengalami kerusakan akibat serangan sehingga mengganggu sejumlah unit pembangkit. Sementara itu, Iran tetap mempertahankan kebijakan yang mewajibkan kapal memperoleh izin sebelum melintasi Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dunia.
Baca Juga: Jalur Ini Lebih Berbahaya jika Ditutup Iran, Harga Minyak Bisa Tembus USD200 per Barel
Lihat Juga :