Di Tengah Pandemi, Filantropi Berpotensi Makin Berkembang di Dalam Negeri

Kamis, 07 Mei 2020 - 20:34 WIB
"Jumlah ini masih sangat kecil untuk memenuhi keperluan seluruh masyarakat, tetapi dampaknya sangat terasa. Banyak sekali dampak yang bisa dicatat dari program-program bantuan dari gerakan zakat. Belum para relawan di lapangan yang memberikan bantuan langsung kepada mereka yang membutuhkan," tambah Arifin.

Perkembangan gerakan filantropis juga semakin marak dengan adanya sosial media, yang digemari oleh anak-anak muda. Ia menyampaikan, proyeksi Baznas dalam kondisi krisis pun, tetapi naik. Dalam kondisi pandemi, kelas menengah mengalami penurunan pendapatan, tapi juga di saat yang sama, mendorong mereka untuk berdonasi di hal yang lain.

"Zakat itu berdasarkan hitungan batas minimum orang berzakat (nisab). Dengan adanya inflasi dan naiknya harga emas, yang wajib zakat itu hanya yang gajinya Rp6 juta dan ke atas, yang berarti jumlah muzakkinya turun. Tapi ada yang naik, donasi untuk Covid-19. Adanya kepedulian dari masyarakat akibat pandemi Covid-19, jadi naik 10% dari target karena ini," jelas Arifin.

Ia menuturkan bahwa ada banyak keuntungan ketika memilih lembaga filantropi yang terpercaya. "Tugas kami bukan mengumpulkan uang, kami mencoba menyadarkan bahwa kebaikan ada dimana-mana dan di berbagai level. Masalah bangsa ini sangat banyak, zakat bisa membantu menyelesaikan dengan ketaatan orang berzakat. Menyumbang ini bukan hanya sekadar amal, tapi secara langsung tidak langsung turut membantu dari sisi bisnis," pungkasnya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!