Industry Meghashift 2021 (2)

Sabtu, 07 November 2020 - 09:35 WIB
Sementara perusahaan-perusahaan yang high-touch seperti di sektor pariwisata mau tak mau harus bertransformasi dan mengadopsi model bisnis yang low-touch untuk bisa sukses melewati badai krisis pandemi. (Baca: Pemilu Kacau, Maduro Cemooh AS)

#3. Less-Crowd

Ketika kerumunan orang (crowd) kian dihindari di era pandemi, maka industri-industri yang mengandalkan kerumunan massa seperti meeting, incentive, conference, dan exhibition (MICE), transportasi publik, bisnis pertunjukan, airport, hingga sport harus beradaptasi agar bisa survive.

Untuk menghadapinya, digital dan pengalaman online akan menjadi solusi sementara di masa transisi. Namun, hybrid operating modelyang menggabungkan aktivitas fisik dan virtual akan menjadi solusi jangka panjang bagi para pelaku di berbagai industri yang high-crowd.

#4. Low-Mobility

Era pandemi adalah era low-mobility. Masyarakat mengurangi mobilitas karena semakin mobil, maka semakin besar pula potensi penularan Covid-19 . “Low-mobile society” yang terbentuk oleh adanya bencana pandemi akan memukul berbagai industri seperti automotif, penerbangan, energi, pariwisata, hingga dine-in resto. (Lihat videonya: Pemda DKI Jakarta Berencana Perpanjang PSBB Transisi)

Di sisi lain mobilitas manusia yang kian terbatas mendorong ekonomi digital berkembang lebih cepat. Setiap pemain di industri apa pun harus jeli merespons peluang maupun ancaman yang muncul sebagai akibat munculnya “low mobile society” ini. (Bersambung)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!