RI Terancam Kelaparan, Ekonom: No Way!
Kamis, 19 November 2020 - 13:18 WIB
Petani memanen padi di Desa Rancaseneng, Kecamatan Cikeusik, Pandeglang, Banten, Selasa (28/7/2020). FOTO/SINDOnews/Yorri Farli
JAKARTA - Ekonom Senior CORE Indonesia Dwi Andreas menegaskan bahwa terjadinya turbulensi ekonomi dunia akibat wabah corona memang berpengaruh terhadap ketahanan pangan. Hal itu lantaran rantai pasok terganggu yang disebabkan karena karantina wilayah di sejumlah negara.
Namun demikian, kondisi tersebut tidak lantas membuat dunia termasuk RI mengalami krisis pangan apalagi sampai kelaparan. Menurutnya ketahanan memang turun tapi cuma sedikit disebbakan karena fluktuasi harga pangan. "Harga pangan seperti cabai, beras, bawang merah, daging ayam, telur ayam saya pastikan akan terus alami peningkatan sampai awal tahun depan. Namun pemerintah tidak perlu khawatir tidak akan terjadi krisis pangan," di Jakarta, Kamis (19/11/2020).
Baca Juga: Krisis Pangan Mengancam RI, Ekonom Anggap PBB Berlebihan
Adapun untuk komoditas bawang putih harus terus diwaspadai. Menurut dia, pemerintah harus betul betul mencermati komoditas bawang putih sebab komoditas ini merupakan 100% produk impor. "Harusnya pemerintah lakukan intervensi untuk bawang putih," ungkap dia. Dari 8 komoditas pertanian yang impornya rata-rata lebih dari 300.000 ton per tahun yaitu beras, jagung, gandum, kedelai, gula tebu, ubi kayu, bawang putih dan kacang tanah, mengalami lonjakan impor selama 10 tahun terakhir.
Namun demikian, kondisi tersebut tidak lantas membuat dunia termasuk RI mengalami krisis pangan apalagi sampai kelaparan. Menurutnya ketahanan memang turun tapi cuma sedikit disebbakan karena fluktuasi harga pangan. "Harga pangan seperti cabai, beras, bawang merah, daging ayam, telur ayam saya pastikan akan terus alami peningkatan sampai awal tahun depan. Namun pemerintah tidak perlu khawatir tidak akan terjadi krisis pangan," di Jakarta, Kamis (19/11/2020).
Baca Juga: Krisis Pangan Mengancam RI, Ekonom Anggap PBB Berlebihan
Adapun untuk komoditas bawang putih harus terus diwaspadai. Menurut dia, pemerintah harus betul betul mencermati komoditas bawang putih sebab komoditas ini merupakan 100% produk impor. "Harusnya pemerintah lakukan intervensi untuk bawang putih," ungkap dia. Dari 8 komoditas pertanian yang impornya rata-rata lebih dari 300.000 ton per tahun yaitu beras, jagung, gandum, kedelai, gula tebu, ubi kayu, bawang putih dan kacang tanah, mengalami lonjakan impor selama 10 tahun terakhir.
Lihat Juga :