BPH Migas Resmikan 1 Harga di Manokwari

Selasa, 24 November 2020 - 14:59 WIB
"Bukan pertumbuhan yang menyebabkan keadilan, tapi keadilan yang bisa menggerakkan pertumbuhan ekonomi. Jika (konsepnya) pertumbuhan dulu baru keadilan, maka pusat-pusat pertumbuhan ngga akan pernah muncul di wilayah 3T, karena akan kumpul di pusat-pusat ibukota. Karena infrastruktur sudah ada, SDM sudah ada. Tapi kalau mulai pertumbuhan ekonomi dari wilayah 3T maka kita memulai dengan konsep nawacita Pak Jokowi membangun dari pinggiran," kata Fanshurullah.

Sementara itu, Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani menyebut bertambahnya penyalur BBM 1 harga di wilayahnya akan sangat membantu masyarakat. Pasalnya, selama ini harga yang harus dibayar untuk masyarakat untuk BBM terhitung tidak murah. Misalnya 1 liter solar yang memiliki harga Rp5.150 bahkan menjadi Rp30-40 ribu. Setelah adanya program ini, maka harganya bisa sama dengan wilayah Jawa.

"Kami sambut baik dan menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas nama provinsi Papua Barat dan seluruh Papua Barat atas BBM 1 harga yang hari ini dipusatkan di Manokwari dan juga kita harapkan peresmian BBM 1 harga meningkatkan pelayanan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat kita," sebut Lakotani.

Provinsi Papua Barat menjadi salah satu prioritas program ini. Sejak tahun 2017-2019, sudah ada sebanyak 11 Lembaga Penyalur BBM 1 harga. Tahun 2020-2024, Provinsi Papua Barat memperoleh Alokasi Pembangunan Penyalur BBM 1 Harga sebanyak 31 Lembaga Penyalur BBM 1 Harga.

Dalam peresmian ini turut hadir Direktur Perencanaan dan Pengembangan Bisnis PT Pertamina (Persero) Mars Ega Legowo Putra, Executive General Manager Region Papua Maluku PT Pertamina (Persero) Yoyok Wahyu, Region Manager Retail Sales VIII Awan Raharjo, Penjabat sementara (Pjs) Bupati kab Teluk Bintuni serta Perwakilan Pemda Raja Ampat.(syarif wibowo).
(atk)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!