Makin Panas, Media China Beri Sinyal Beijing Stop Impor Batu Bara Australia

Selasa, 15 Desember 2020 - 07:00 WIB
Surat kabar tersebut mengutip Wang Yongzhong, Direktur Institut Energi dan Ekonomi di Akademi Ilmu Sosial China, yang memperingatkan bahwa "Australia secara bertahap kehilangan pasar China".

Dia mengatakan China mengambil batu bara dari Indonesia, Rusia dan dari Mongolia, yang mengambil jatah sebagian besar dari batu bara Australia, karena hubungan antara China dan Australia telah memburuk.

Artikel itu juga mengatakan penggunaan batu bara China akan turun dalam beberapa dekade mendatang seiring dengan upaya untuk mengurangi emisi karbon.

Sementara, jika pembekuan dipertahankan, maka itu bisa memiliki implikasi ekonomi yang signifikan bagi Australia. Tahun lalu, Australia mengekspor batu bara senilai hampir USD14 miliar ke China. Batu bara termal yang digunakan oleh pembangkit listrik China menyumbang sekitar USD4 miliar dari angka itu.

Menteri Perdagangan Australia Simon Birmingham telah meminta pihak berwenang China untuk "mengesampingkan" laporan Global Times. Senator Birmingham mengatakan, jika ceritanya akurat, itu akan tampak seperti penggunaan praktik diskriminatif terhadap batu bara Australia.

"Kami tegaskan kembali bahwa semua ketentuan perjanjian perdagangan bebas kami dan kewajiban perdagangan dunia antara Australia dan China harus dijunjung dan dihormati," katanya seperti dikutip ABC News, Selasa (15/12/2020).

Langkah ekonomi terhadap batu bara Australia merupakan yang terbaru dari serangkaian sanksi perdagangan yang dijatuhkan oleh Beijing. Hubungan antara Australia dan China terus menurun setelah seruan Canberra untuk penyelidikan independen tentang asal-usul Covid-19.

Dalam beberapa bulan terakhir, China telah mengambil beberapa langkah untuk menghalangi impor dari Australia. Pasar ekspor terbesar Australia itu telah menerapkan tarif impor besar-besaran terhadap anggur Australia dengan tanda-tanda bahwa perdagangan sekarang secara efektif terhenti.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!