Jelang Lebaran, Tren Pendanaan di Akseleran Cenderung Meningkat
Kamis, 14 Mei 2020 - 12:28 WIB
Meskipun demikian, dia menjelaskan, efek dari pandemi Covid-19 membuat penyaluran pinjaman usaha Akseleran mengalami penurunan sekitar 30-40%. Untuk sektor usahanya, Ivan mengungkapkan, Akseleran sebagai platform Peer to Peer (P2P) Lending yang menyalurkan pinjaman produktif banyak bermain di sektor infrastruktur, mining, logistik, dan trading.
"Di tengah wabah Covid-19 ada peningkatan permintaan pinjaman di sektor kesehatan, seperti pengadaan rapid test atau disinfektan maupun di sektor logistik atau trading terkait distributor sembako. Khusus selama bulan Ramadan pada tahun ini, kami tidak terlalu terdampak karena Akseleran merupakan P2P Lending sektor produktif. Hanya biasanya dari sektor produsen atau distributor kue-kue kering atau produk yang permintaannya meningkat menjelang Lebaran meningkat juga permohonan pinjamannya," jelas Ivan.
(Baca Juga: Akseleran Raih Pendanaan Seri A USD8,55 Juta)
Dalam hal penyaluran pinjaman usaha di saat pandemi Covid-19, dia mengungkapkan, Akseleran lebih ketat melakukan assessment pinjaman agar tingkat gagal bayar oleh peminjam tidak meningkat. Menurut Ivan, langkah tersebut sejauh ini berhasil mempertahankan kestabilan tingkat gagal bayar Akseleran yang mencapai 0,69% dari total penyaluran pinjaman usaha pada pertengahan Mei atau turun 0,05% dibandingkan pertengahan bulan sebelumnya.
"Jadi dari penyaluran pinjaman usaha memang ada sedikit penurunan akibat Covid-19 dan belum ada perubahan secara signifikan dari sektor usaha. Namun, kami bersyukur kepercayaan pemberi pinjaman cenderung meningkat sejalan dengan masih stabilnya tingkat gagal bayar di Akseleran yang akan kami jaga tetap di bawah 1% hingga akhir tahun 2020," tambah Ivan.
"Di tengah wabah Covid-19 ada peningkatan permintaan pinjaman di sektor kesehatan, seperti pengadaan rapid test atau disinfektan maupun di sektor logistik atau trading terkait distributor sembako. Khusus selama bulan Ramadan pada tahun ini, kami tidak terlalu terdampak karena Akseleran merupakan P2P Lending sektor produktif. Hanya biasanya dari sektor produsen atau distributor kue-kue kering atau produk yang permintaannya meningkat menjelang Lebaran meningkat juga permohonan pinjamannya," jelas Ivan.
(Baca Juga: Akseleran Raih Pendanaan Seri A USD8,55 Juta)
Dalam hal penyaluran pinjaman usaha di saat pandemi Covid-19, dia mengungkapkan, Akseleran lebih ketat melakukan assessment pinjaman agar tingkat gagal bayar oleh peminjam tidak meningkat. Menurut Ivan, langkah tersebut sejauh ini berhasil mempertahankan kestabilan tingkat gagal bayar Akseleran yang mencapai 0,69% dari total penyaluran pinjaman usaha pada pertengahan Mei atau turun 0,05% dibandingkan pertengahan bulan sebelumnya.
"Jadi dari penyaluran pinjaman usaha memang ada sedikit penurunan akibat Covid-19 dan belum ada perubahan secara signifikan dari sektor usaha. Namun, kami bersyukur kepercayaan pemberi pinjaman cenderung meningkat sejalan dengan masih stabilnya tingkat gagal bayar di Akseleran yang akan kami jaga tetap di bawah 1% hingga akhir tahun 2020," tambah Ivan.
(fai)
Lihat Juga :