Ekonom: Kecil Kemungkinan Investor Mau Bantu UMKM
Minggu, 07 Maret 2021 - 18:30 WIB
Dia menambahkan, pemerintah sebenarnya ingin agar investasi dibuka lebar ke investor asing, sementara di aturan lain si investor wajib kerjasama dengan UMKM. Menurutnya, pendekatan ini cukup irasional, dimana dalam praktiknya yang terjadi adalah kanibalisasi antara investor besar di industri makanan minuman misalnya menyingkirkan pemain UMKM. "Kemudian si investor berkelit karena sudah menggandeng usaha UMKM, padahal sulit lakukan verifikasi keterlibatan UMKM dalam proses produksinya," kata dia.
Bhima juga menyebut, dengan diterbitkannya Perpres ini akan mengganggu komitmen pemerintah untuk memajukan UMKM di Tanah Air. "(Perpres) sangat mengganggu, karena kontradiksi dengan stimulus PEN yang ingin dorong pemulihan UMKM," ucapnya.
Baca Juga: Jokowi: Banjir Produk Asing Bisa Bunuh UMKM
Adapun beberapa bidang usaha yang kini bisa dijalankan oleh industri besar seperti pembuatan kerupuk, keripik, peyek, dan sejenisnya. Selama ini kerupuk hingga peyek banyak diproduksi secara rumahan dalam skala kecil, bahkan termasuk dalam distribusinya. Dalam beleid itu perusahaan besar maupun pelaku UMKM yang bisa menjalani usaha itu hanya mereka yang memiliki modal berasal dari dalam negeri sebesar 100 persen. Artinya, bidang ini tertutup untuk investasi asing.
Bhima juga menyebut, dengan diterbitkannya Perpres ini akan mengganggu komitmen pemerintah untuk memajukan UMKM di Tanah Air. "(Perpres) sangat mengganggu, karena kontradiksi dengan stimulus PEN yang ingin dorong pemulihan UMKM," ucapnya.
Baca Juga: Jokowi: Banjir Produk Asing Bisa Bunuh UMKM
Adapun beberapa bidang usaha yang kini bisa dijalankan oleh industri besar seperti pembuatan kerupuk, keripik, peyek, dan sejenisnya. Selama ini kerupuk hingga peyek banyak diproduksi secara rumahan dalam skala kecil, bahkan termasuk dalam distribusinya. Dalam beleid itu perusahaan besar maupun pelaku UMKM yang bisa menjalani usaha itu hanya mereka yang memiliki modal berasal dari dalam negeri sebesar 100 persen. Artinya, bidang ini tertutup untuk investasi asing.
(nng)
Lihat Juga :