Soal Paspor Vaksin, Etika & Privasi Masih Jadi Kendala
Rabu, 17 Maret 2021 - 17:31 WIB
Menurut laporan BBC, warga yang menolak mengatakan tindakan ini akan menciptakan masyarakat dua kelas di mana beberapa orang dapat mengakses bantuan dan merasakan kebebasan, sementara yang lainnya tidak, terutama kaum marginal.
Baca Juga: Wih! China Bikin Paspor Vaksin Bisa Diakses via WeChat
Di Amerika Serikat, Presiden Joe Biden masih bergerak hati-hati sejak menandatangani perintah eksekutif di bulan Januari, untuk melakukan digitisasi dan membagikan data vaksinasi. Masalah data pribadi tampaknya telah mengikis antusiasme pihak administrasi, melihat kejadian baru-baru ini di mana juru bicara AS menolak panggilan masuk dari industri pariwisata yang menuntut ketegasan mereka tentang hal ini.
"Sekarang fokus kami sebagai pemerintah AS adalah melakukan vaksinasi sebanyak mungkin," kata Sekretaris Pers Gedung Putih, Jen Psaki. "Dan kami akan mempertimbangkan bagaimana menyimpan data itu di tengah semakin banyaknya orang yang divaksinasi. Namun, kami akan mengerahkan energi dan sumber daya kami," imbuhnya.
Baca Juga: Wih! China Bikin Paspor Vaksin Bisa Diakses via WeChat
Di Amerika Serikat, Presiden Joe Biden masih bergerak hati-hati sejak menandatangani perintah eksekutif di bulan Januari, untuk melakukan digitisasi dan membagikan data vaksinasi. Masalah data pribadi tampaknya telah mengikis antusiasme pihak administrasi, melihat kejadian baru-baru ini di mana juru bicara AS menolak panggilan masuk dari industri pariwisata yang menuntut ketegasan mereka tentang hal ini.
"Sekarang fokus kami sebagai pemerintah AS adalah melakukan vaksinasi sebanyak mungkin," kata Sekretaris Pers Gedung Putih, Jen Psaki. "Dan kami akan mempertimbangkan bagaimana menyimpan data itu di tengah semakin banyaknya orang yang divaksinasi. Namun, kami akan mengerahkan energi dan sumber daya kami," imbuhnya.
(nng)
Lihat Juga :