Indef Desak Suku Bunga Diturunkan, Ini Alasannya

Senin, 10 Mei 2021 - 19:23 WIB
Ilustrasi. FOTO/SINDOnews
JAKARTA - Pemerintah disarankan untuk menurunkan bunga kredit perbankan ketika Holding BUMN Ultra Mikro sudah diresmikan pemegang saham. Langkah tersebut semata-mata untuk mempermudah akses pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Eko Listiyanto menilai, keberadaan Holding Ultra Mikro tidak menjamin bisnis UMKM naik kelas. Pernyataan itu didasari jika suku bunga perbankan masih tercatat tinggi. "Ekosistem Ultra Mikro harus bisa mendorong pembiayaan lebih efisien. Kalau sudah digabung tapi bunganya masih mahal, bunganya gak turun, itu bukan sesuatu prestasi, saya kira ini menjadi catatan utama pemerintah," ujar Eko dalam Webinar Indef, Senin (10/5/2021).



Baca Juga: Waduh! Banyak PNS Nekat Mudik Naik Kereta Bawa Surat Dinas Palsu

Dalam catatan Indef, Indonesia perlu memberikan dukungan pengembangan secara optimal terhadap pembiayaan pelaku UMKM. Karena itu, Holding Ultra Mikro harus bisa mendorong pembiayaan agar lebih efisien.

Sebab, penguatan fundamental UMKM akan mendorong percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). "Ekosistem sangat diperlukan, itu mengingat pembiayaan masih kecil begitu dibandingkan negara negara yang lain, yang juga mengembangkan dengan suporter buang lebih maksimalkan. Pemerintah harus memberikan garansi bagi UMKM untuk bisa mengakses kredit dengan bunga rendah," tutur dia.

Tingkat ekspor produk UMKM di Indonesia memang stagnan di angka 19 persen. Dimana, persentase ekspor tersebut tidak mengalami kenaikan pasti selama beberapa tahun belakangan. Jika dibandingkan dengan negara-negara Asean, Indonesia masih tertinggal jauh. Eko mencatat, persentase produk usaha mikro di Malaysia berada di angka 20 persen. Sementara Thailand mendekati 30 persen.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!