Erick Thohir Menjawab Kritikan Faisal Basri Soal PMN BUMN Rp106 Triliun
Rabu, 21 Juli 2021 - 11:04 WIB
Menurutnya, kritikan dan saran merupakan hal lumrah karena menjadi rangkaian dalam sistem demokrasi di Indonesia. Bahkan, masukan dan kritikan tersebut akan menjadi bahan evaluasi Kementerian BUMN untuk mendorong aksi korporasi perusahaan negara ke depannya.
"Saya rasa di era demokrasi saat ini, yang namanya saran atau kritik adalah hal yang lumrah. Era demokrasi, dan tentu masukan dari bang Faisal Basri ini juga bisa menjadi bahan evaluasi kami, dimana, kami dan tentu BUMN terus melakukan transformasi," ujar Erick, dikutip Rabu (21/7/2021).
Baca Juga: Kata Pengamat Soal Suntikan PMN untuk 3 Perseroan Pelat Merah
Transformasi dan aksi korporasi BUMN, kata Erick, bertujuan untuk mendorong income atau pendapatan negara melalui kontribusi korporasi berupa dividen, pajak, dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Di sisi lain, lewat PMN perusahaan juga bisa memaksimalkan peran sosialnya yakni public service obligation.
"Transformasi agar apa? Bisa tetap melakukan aksi karena negara perlu tambahan income, selain pajak, terutama pada saat pandemi Covid-19, tetapi juga yang tidak kalah pentingnya, kita terus memastikan yang namanya publik service obligation atau layanan publik, nah hal ini yang membedakan BUMN dengan swasta," katanya.
"Saya rasa di era demokrasi saat ini, yang namanya saran atau kritik adalah hal yang lumrah. Era demokrasi, dan tentu masukan dari bang Faisal Basri ini juga bisa menjadi bahan evaluasi kami, dimana, kami dan tentu BUMN terus melakukan transformasi," ujar Erick, dikutip Rabu (21/7/2021).
Baca Juga: Kata Pengamat Soal Suntikan PMN untuk 3 Perseroan Pelat Merah
Transformasi dan aksi korporasi BUMN, kata Erick, bertujuan untuk mendorong income atau pendapatan negara melalui kontribusi korporasi berupa dividen, pajak, dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Di sisi lain, lewat PMN perusahaan juga bisa memaksimalkan peran sosialnya yakni public service obligation.
"Transformasi agar apa? Bisa tetap melakukan aksi karena negara perlu tambahan income, selain pajak, terutama pada saat pandemi Covid-19, tetapi juga yang tidak kalah pentingnya, kita terus memastikan yang namanya publik service obligation atau layanan publik, nah hal ini yang membedakan BUMN dengan swasta," katanya.
(akr)
Lihat Juga :