Ekonomi Porak-Poranda, Pebasket Afghanistan Tegaskan Tak Mau Kembali ke Negaranya

Senin, 23 Agustus 2021 - 13:12 WIB
"Saat saya melihat Taliban, saya memberi tahu (suami saya) bahwa saya ingin meninggalkan negara ini karena saya tidak bisa hidup dengan orang-orang ini," ujarnya.

Dirinya takut peran perempuan akan berkurang di bawah Taliban. Menurtunya, Taliban memilki pandangan tersendiri atas peran kaum perempuan.

"Menjadi seorang wanita di rezim Taliban tidak berarti apa-apa, Anda bukan bagian dari masyarakat."

Bayat menceritakan masa lalunya yang kelam di bawah kekacauan Taliban. Saat berumur 2 tahun, sebuah roket menyasar rumahnya. Keluarganya menjadi korban kala itu. Kakaknya wafat, dan material bangunan mengenai sumsum tulang belakangnya yang membuatnya tak bisa berjalan hingga saat ini.

"Mereka (Taliban) datang dan mengubah hidup saya dan suami. Mereka memberi rasa sakit yang tak terbendung dalam hidup kami. Cacat permanen harus kami terima," tuturnya sambil mengingat masa lalu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!