Bos BCA Sebut Indonesia Belum Bisa Menjadi Masyarakat Non-Tunai

Selasa, 07 September 2021 - 15:18 WIB
"Memang Bank Indonesia (BI) telah menyediakan infrastruktur cashless lewat QRIS. Namun, dibutuhkan waktu untuk mengimplementasikan infrastruktur untuk para pedagang cilik," ungkapnya.

Baca juga: Azerbaijan vs Portugal; Tim Tamu Harus Rapatkan Pertahanan

Maka dari itu, menurut Jahja, masih banyak tantangan yang menghadang fully digital bank di Indonesia. Tantangan lainnya adalah ongkos penarikan uang tunai. Karena fully digital bank tidak memiliki kantor cabang, maka harus disiapkan infrastruktur ATM.

"Tidak masalah kalau perusahaan bisa menyediakan ATM sendiri sehingga tidak ditarik biaya transaksi. Tapi kalau pakai infrastruktur bersama dan biaya per penarikan Rp6.500, nasabah bisa boncos, kalau saldo Rp400 ribu, 5-6 kali transaksi waduh bonyok itu. Ini hal kecil tapi tolong dipikirkan kalau mau mengembangkan bank digital," pungkasnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!